Hati hati di jalan (Semarang trip)

Tinggal di Bandung bikin saya banyak melakukan perjalanan darat. Di masa pandemic, perjalanan darat jadi opsi yang paling aman untuk berpesiar. Kebanyakan tripnya dadakan alias tanpa perencanaan jauh-jauh hari. Sebisanya ada waktu luang. Kerjaan saya kadang gak bisa diprediksi, kalo lagi banyak kegiatan bisa sampai malam banget. Awal-awal di Bandung, saya ke Semarang. Berangkat Sabtu subuh pulang Minggu malam. Niat awal maunya berangkat Jumat abis pulang kantor, eh harus ikut bos ke Karawang. Tiba di Bandung lagi udah malam. Jadi mikir lagi jadi ke Semarang atau gak. Pada akhirnya tetap berangkat, kesian orang di rumah sih kalo gak jadi meski sebenarnya saya capek banget. Malam itu baru packing dan jam 3 subuh kita start. Biar bisa sarapan pagi di Semarang. Bandung-Semarang sekitar 5 jam via tol. Yang nyetir adalah pak suami. Hotel juga baru di booking pada saat di jalan.

Di Semarang, kita kebanyakan kuliner. Dalam 1 hari kami ke Soto ayam Bangkong, Lumpia Gang Lombok, toko Oen, Tahu Pong Gajah Mada, Leker Paimo dan ditutup dengan Gudeg Koyor Mbok Tum. Gudeg Koyor ini jadi ngehits sejak pak Ganjar promote di ig-nya padahal tempat makannya lesehan di emperan toko. Hehehe, Gimana gak begah perut. Meski di beberapa tempat beli porsi sedikit aja. Cukup untuk tau rasanya. Hari berikutnya, jalan pagi ke Simpang Lima mampir makan nasi ayam bu Sami, lanjut ke Cimory dan ke Pondok Kopi Umbul Sidomukti.

Dalam 2 hari itu, kita masih ke bebeberapa tempat wisata seperti Lawang Sewu, Klenteng Sam Po Kong, Candi Gedong Songo (piknik, duduk di tikar sambil makan indomie goring seperti kebanyakan orang yang berada disana, trus lanjut ke Cimory dan Kawasan wisata umbul Sidomukti.

Sebelumnya pernah juga ke Semarang. Waktu itu ada kegiatan kantor di Surabaya. Acaranya hari Senin. Jadi hari Sabtu berdua ama teman berangkat duluan ke Surabaya trus lanjut lagi naik pesawat ke Semarang. Melipir dulu main sambil ketemu teman lama, Mbak Ori. Disana kita rental mobil trus keliling bertiga. Yang paling berkesan adalah saat ke Candi Gedong Songo. Merupakan kompleks bangunan candi yang berjumlah 9. Kami berdua sewa kuda dimulai dari candi yang paling bawah menyusuri jalan setapak sampai ke candi paling atas. Pertama kali naik kuda cukup lama dan pulang pergi. Biasanya naik kuda hanya untuk keperluan foto saja kan. Atau kayak di Bromo, naik kuda cuma sebentar karena gak tega naikin kuda pony. Kudanya seperti tersiksa sama daku hehe. Sampai Bandung kembali sudah tengah malam. Perjalanan singkat tapi padat.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s