Roadtrip to Ijen & Bali

WhatsApp Image 2022-07-16 at 7.55.15 PM

Trip terjauh kedua setelah lintas Sumatera adalah ke Bali. Penasaran pengen menjajal tol Trans Jawa sampai Surabaya, penasaran sama Ijen, udah lama mau ke Ijen dan waktu itu Ijen baru buka kembali untuk pendakian setelah sekian lama ditutup akibat covid, pengen ke Bali saat Bali masih sepi dan ngecess liat harga hotel bintang 5 lagi murah-murahnya trus anak-anak langsung semangat begitu tau ada rencana ke Bali. Biasanya anak-anak nolak karena gak mau terganggu fokus sekolah/kuliah. Ini mereka siap online dari mana saja.

Seperti biasa ini trip dadakan. Meski sudah ada niat tapi mesti nyari momen yang pas untuk ngambil cuti dan pengajuan cuti diapprove. Harus mastiin juga gak ada kegiatan kantor yang penting dan mendesak dimana saya wajib terlibat seperti meeting dadakan, kunjungan/pendampingan bos-bos dan lain sebagainya. Momen pengajuan cuti waktu itu adalah pada saat ada jeda antara pergantian bos. Bos yang lama pensiun, nah disitulah saya mengajukan cuti ke pejabat pengganti sementara bos. Gak mungkin gak diacc. Hehehe.

Perjalanan menuju Bali dimulai hari Minggu. Saya ada trip yang udah direncanakan jauh hari sebelumnya bareng teman untuk explore Gua Buniayu Sukabumi dihari Sabtunya. Berangkat ke Sukabumi hari Jumat setelah pulang kantoran. Supaya gak terlalu capek, saya bawa driver. Jadi tinggal molor aja di jalan. Tiba lagi di Bandung hari Sabtu jam 10 malam. Lanjut packing untuk barang-barang dibawa ke Bali.

Kali ini temanya staycation di hotel *5. Jadi niatnya mau booking 4 hotel yang berbeda selama 4 malam dan menikmati fasilitas yang ada di hotel saja. Mumpung harga pandemic, saya cek banyak promo hotel *5 berkisar 450rb-900rb/malam. Kapan lagi ngajak keluarga nginap di hotel *5 di Bali, ye kan.

Dulu pernah ke Bali temanya motoran. Kita sewa 1 motor untuk berempat keliling-keliling di Bali, baca disini. Pernah juga nyoba sewa mobil disana, dibawakan di bandara trus dipake keliling-keliling dan dikembalikan di bandara, ceritanya baca disini. Next mau nyoba staycation edisi villa.

Barang bawaan yang akan turun saat dihotel hanya boleh 2 koper ukuran 20 inch dan 2 ransel. Biar gak rempong dan minimalis. Satu koper isinya pakaian dalam selama 5 hari, alat shalat, peralatan mandi dan makeup, dan printilan lainnya. Satu koper isinya 1 sleeping bag, 1 bed cover dan 1 selimut. Satu ransel isinya pakaian yang mau dipakai untuk 1 hari. Dan satu ransel sisanya buat makanan dan minuman. Baju kami berlima untuk keperluan 1 hari saya masukin di dalam plastik. Baju hari 1, baju hari 2, dan seterusnya. Setiap mau check in baru dimasukkan ke dalam ransel. Saya nyiapin keranjang pakaian di mobil untuk naruh semua packing baju harian, sekalian juga untuk naruh baju yang sudah dipakai. Menurutku, ini cara yang cukup ringkas. Menurut kamu gimana?

Kami start jam 6 pagi dari Bandung, pak suami yang nyetir. Jarak Bandung-Ijen sekitar 960km dengan jarak tempuh 13 jam 30 menit belum termasuk waktu untuk ishoma. Sampai kami berangkat, hotel belum ada yang di booking. Masih bingung mutusin mau nginap di hotel mana. Dan juga saya belum berani booking sebelum saya tiba kembali di rumah dari Sukabumi. Kuatir ada halangan yang bikin batal ke Bali.

Banyak pertimbangan sih milih hotelnya, saya mau rate hotel antara 400rb-600rb/malam, harus ada sofa panjangnya jadi biar bisa dipakai tidur juga, breakfast included, kolam renangnya luas dan keren, dekat dengan pantai, dan yang gak terlalu ketat dengan kebijakan bawa anak-anak (children friendly). Jadi lamaa milih hotelnya, liat foto, liat banyak review kemudian membandingkan harga yang ada di t*k*t.com dan t***el**a.

Hotel untuk bermalam di Ijen aja baru saya booking sekitar jam 7malam. Saat itu kami sudah melewati Probolinggo. Estimasi tiba di Grand Harvest Resort & Villas sekitar jam 11.30 malam. Dapat di harga 425rb/malam. Dan juga booking hotel Movenpick Resort and Spa Jimbaran Bali seharga 550rb/malam. Sisa bookingan hotel lainnya saya kerjakan di hari berikutnya.

Jalanan menuju Grand Harvest Ijen sempit dan sepii banget. Udah gitu gelap banget, berasa sedikit spooky. Sangat jarang berpapasan dengan mobil lainnya. Beruntung saya melewati TWA Kawah Ijen saat menuju hotel. Paling tidak saya udah tau situasi jalan saat menuju starting point ke Ijen secara yang akan ke Ijen hanya saya dan Nayla. Yang lain biar istirahat di hotel saja. Padahal Nayla juga jadi partner saya ke Sukabumi kemarin. Beruntung punya anak yang kuat jalan dan ngerti maknya, hehehe.

WhatsApp Image 2022-07-16 at 8.02.21 PMBerangkat jam 03.30 sampai di Ijen Geopark jam 4. Untuk masuk ke Ijen, sebelumnya harus booking online dulu di websitenya. Waktu itu dibatasi quota 1000orang perharinya. Namun ngecek jumlah yang sudah booking waktu itu gak sampai 70an orang. Sepi. Begitu turun dari mobil, kita langsung dihampiri sama beberapa pedagang yang jualan sarung tangan, kupluk dan lainnya. Saya beli 2 sarung tangan, antisipasi kalo udara dingin banget diatas. Di gerbang kami memperlihatkan bukti booking dari hp. Kami lalu mulai berjalan pelan. Sepii. Perjalanan sampai puncak gak ketemu sama pengunjung lainnya. Jalan hanya rame dengan ojek gerobak yang keukeh menawarkan jasanya. Kami juga keukeh menolak karena niat kesini sekalian olah tubuh. Mereka mengikuti kami sampai jauh keatas, sampai akhirnya mereka berhenti menawari. Bagus juga saat mereka berhenti mengikuti, udah mulai terang. Kami lalu mampir shalat di pos.

Kabut tebal masih menyelimuti kawah ijen saat kami tiba disana, namun perlahan mulai menghilang dan menampakkan keindahan kawah ijen. Sebenarnya moment terbaik di Ijen adalah bisa melihat blue fire di jam 3-4 subuh. Namun dimasa pandemi ini, Ijen hanya dibuka mulai pukul 03.00 jadi gak mungkin bisa melihat blue fire.

WhatsApp Image 2022-07-16 at 7.55.44 PM

Puncak Ijen

Di puncak, ada pemandu yang ngasih info mengenai spot foto terbaik. Masih harus jalan lagi tapi gak terlalu jauh. Setelah itu kami langsung menyegerakan turun, Nayla harus sekolah secara daring jam 07.30.
Sampai di hotel, saya ikut menemani Ghazy berenang dan main air. Jam 12 kita checkout dan melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s