TANJUNG BIRA YANG SEMPAT TERLUPAKAN

IMG_7465

bira powdery sand, anak saya kagum dengan pasir di Maya Bay, Phuket yang ternyata ada juga di Bira

Bira terakhir dikunjungi 14 tahun yang lalu. Jalanan yang jelek dan kesan jorok yang sempat tertangkap pada saat itu jadi bikin malas setiap diajak kesana. Tapi itu dulu, Bira sudah banyak berubah dan menjadi buah bibir di kalangan wisatawan domestik dan mancanegara. Jalanan sudah super mulus, dan sudah banyak aktivitas yang dapat dilakukan disana seperti snorkling, banana boat atau hanya sekedar duduk-duduk di tepi pantai menikmati kejernihan air laut tanjung bira dan pantai berpasir sehalus bedak.

Setelah mendatangi beberapa penginapan (Bira beach hotel (400rb/malam 1 rumah 2 kamar tapi air terbatas), Sunshine Guest House (full)), akhirnya kami memilih menginap di Bungalow Kassi Pute. Lokasinya dekat dengan pasir putih, jalan 50 m menuruni undakan tangga sudah sampai di pantai. Harga 250ribu/kamar/malam. Harganya gak bisa ditawar lagi, tapi  mereka tidak membatasi jumlah orang yang menginap dan tidak membatasi air bersih. Air bersih sulit disana, rata-rata mereka beli kubikan. Fasilitasnya di dalam kamar hanya ada kipas angin dan springbed ukuran no 2. Minimalis tapi bersih. Didepan penginapan ini banyak penjual, jadi kalo lapar bisa pesan dibuatkan indomie atau sekedar minum kopi. Sempat bertemu pemilik penginapan ini, mereka rupanya menyediakan ruangan makan-makan tanpa perlu bayar, bahkan kompor dan alat masak bisa dipakai jika ingin masak-masak.

Sempat jalan sekitar penginapan, didekat situ ada hotel Anda dan resto D’Perahu. Hotel Anda bertarif mulai harga 600rb dengan fasilitas ber AC,  penampakan hotel biasa saja gak sesuai dengan harganya. Di malam hari, kami makan di resto D’Perahu, restoran berbentuk kapal Phinisi. Gak ada yang istimewa dengan makanannya. Sebelum makan, kami jalan ke pantai Bara. Hanya sebentar di pantai Bara karena hari mulai gelap.

Kami menyewa perahu 250ribu untuk membawa kami snorkling di pulau kambing dan liukang. Harga segitu sudah termasuk baju pelampung dan beberapa alat snorkling. Snorkling di 2 titik, disekitar pulau kambing dan di depan pulau liukang. Yang menggembirakan saking excitingnya anak-anak di Bira, untuk pertamakalinya mereka mau dan berani snorkling di tengah laut.

Kami lalu istirahat dan makan siang di Pulau Liukang. Ikan bakar dan sayur yang per paketnya seharga 25ribu. Lumayan, masih lebih puas makan disini ketimbang makan di resto D’Perahu.

 

page bira

Bungalow Kassi Pute, tempat kami menginap

IMG_7288

IMG_7304

IMG_7624

yeay..anak-anakku sudah berani turun dilaut, biasanya hanya berani di pinggir pantai.

IMG_7622

memberi makan ikan-ikan @snorkling sekitar pulau kambing

IMG_7588

dalam perjalanan menuju pulau kambing ketemu sekumpulan lumba-lumba

IMG_7551

Di Bara Beach Bungalows, numpang duduk menikmati suasana. Pengen makan di restonya, pegawai disana bilang chefnya belum datang.

IMG_7274

pantai bira

IMG_7631

makan di pulau Liukang

 

 

Advertisements

2 thoughts on “TANJUNG BIRA YANG SEMPAT TERLUPAKAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s