Berkendara ke Caversham, Margaret Chocolate Factory, Lancelin & Pinnacles Desert (Perth #3)

IMG_4611

Pinnacles Desert

 

Pinnacles Desert jaraknya sekitar 197km dari kota Perth. Untuk kesana pilihannya adalah ikut tour atau rental mobil. Kami memilih rental mobil saja, biar punya pengalaman nyetir di negara orang. Ikut tour selain dibatasi oleh waktu, kebanyakan menghabiskan waktu di tempat-tempat belanja. Selain itu biayanya cukup mahal sekitar 1,7juta perorang termasuk makan siang yang belum tentu halal.  Mending rental mobil meski bersusah payah mencari arah jalan namun sensasinya beda. Banyak pengetahuan yang di dapat.

DSC03416

di kantor Avis menyelesaikan proses adminitrasi

Saya booking mobil di Avis karena satu-satunya rental mobil yang mobil kapasitas 8 seaternya masih available pada waktu itu. Rekomendasi beberapa blog, Thrifty yang tarif sewa mobilnya yang paling murah. Website Avis lagi error, jadinya bookingnya lewat vroomvroom.com website khusus seluruh penyedia jasa rental mobil. Harganya 91aud, bayarnya nanti pada saat ambil mobil.

Jam 7pagi saya, Ishak n Amel naik bus kucing untuk ambil mobil di Avis. Kantornya buka jam 7.15. Prosesnya ringkas saja, mereka butuh passport, kartu kredit, dan sim yang mau diregister. Kalau 2 orang yang akan bawa mobil, dua-duanya harus register sim di Avis. Yang kami register sementara simnya Amel, ntar balik lagi untuk register SIM-nya Ishak karena sim-nya Ishak ketinggalan di apartment. Kecuali kalo suami istri yang rental, SIM cukup dari salah satunya saja. Saya kepengen bawa mobil, tapi SIM saya udah sebulan belum jadi, kehabisan blanko SIM, hiks. SIM Indonesia berlaku di Perth sekarang tanpa perlu dibuatkan surat keterangan translate dari penerjemah berlisensi.

Kami juga setuju untuk menambahkan biaya asuransi all risk sebesar 30aud. Kalo pengen nyewa GPS, biaya sewanya 11 aud. Kami gak nyewa GPS, cukup pake google map dari handphone. Si petugasnya minta kita cek kondisi mobil sebelum dipakai kalau-kalau ada lecet-lecet atau kerusakan body. Kalo cuman scratch atau goresan gak apa-apa, tapi kalo scratch plus penyok harus segera dilaporkan biar gak jadi beban kita.

Mobil yang kami dapat adalah Hyundai Imax Matic terbaru, bisa dipakai selama 24 jam. Tapi kami mengembalikan hari ini juga soalnya besok kami sudah mengambil tiket ferry yang jadwalnya jam 07.15 pagi. Petugasnya bilang, parkir saja mobil di kantor Avis, trus drop kuncinya di Concierge hotel Pan Pasific yang gak jauh dari situ.

IMG_4294

pemandangan sepanjang perjalanan

Sebenarnya cara nyetir mobil di Indonesia maupun di Australia sama saja. Hanya saja harus menyesuaikan diri untuk menjadi sangat tertib, karena berlaku tilang otomatis. Kamera pengintai dan kamera pengukur kecepatan ada di mana-mana. Apalagi kecepatan di dalam kota dibatasi 40km. Setiap ada persimpangan, harus berhenti (give way) meski jalan dalam keadaan kosong. Alhasil semua yang dimobil jadi pengawas si driver..hehe. Saling mengingatkan agar semua menggunakan safety belt. Kecepatan kendaraan juga diperhatikan karena setiap area beda-beda batas kecepatannya. Semakin mendekati kota, semakin lambat pula laju kendaraan, rata-rata 40-60km/jam. Kecepatan tertinggi hanya di 110km/jam itupun pada saat di highway.

IMG_4305

 

 

 

 

 

 

Caversham Wildlife Park

Yang masuk ke ke Caversham cuman Ishak n amel saja. Yang lain gak masuk karena udah pada punya foto dengan koala dan kangguru pada trip ke Sydney tahun lalu. Kami nunggu di sekitaran whiteman park. Di dalam kawasan Whiteman Park ini, lengkap dengan fasilitas piknik, sarana untuk bermain air bagi anak-anak, cafe dan motor museum.

IMG_4218

bersama kangguru

IMG_4243

koalanya lagi pada bobo’

 

 

 

 

IMG_4215

 

IMG_4257

Margaret Chocolate Factory

IMG_4261Disini bisa beli coklat khas Australia dengan berbagai turunan produknya. Yang unik, tester coklatnya bisa dimakan sepuasnya. Hehehe. Disekitar sini juga ada perkebunan anggur yang sedang berbuah, sayang kami gak sempat mampir.

 

 

 

IMG_4265

makan coklat tester sepuasnya

 

IMG_4276

display coklat beraneka model

 

 

 

 

 

 

 

Lancelin

11016103_978395832171388_1079654469191923612_o

IMG_4423

Google map mulai agak-agak error. Kami sampai di kota Lancelin, namun gak jelas dimana lautan pasir tempat orang sering melakukan sand boarding. Kota ini dikelilingi oleh sand dunes (lautan pasir). Kami juga kebingungan dimana tempat sewa sandboarding. Hasil searching, ada toko yang namanya L seven, tempat nyewa sandboarding yang paling murah, namun bingung dimana toko tersebut. Kami lalu mencoba berkeliling dan akhirnya ketemu dengan toko itu. Harga sewa sandboard 10Aud untuk pemakaian selama 2 jam, dan kami ngambil 2 sandboard saja dan gantian makenya. Western Australia terkenal dengan langit birunya yang paling cantik. Perpaduan antara langit biru dan pasir putih sungguh mengagumkan. Cuaca memang lagi hot-hotnya, tapi gak seterik cuaca di Indonesia, jadi masih bisa ditahan. Anginnya gak berhawa panas, pasir pun gak panas. Kami semua menikmati kesenangan bermain sandboarding.

IMG_4474

IMG_4500

 

 

 

 

 

 

IMG_4509

Bekal yang kami siapkan dari apartement dihabiskan disini, jam sudah menunjukkan pukul 2 siang. Lumayan jugaloh bekal kita, ada anggur n apel, nasi kuning, nasi putih, telur rebus, abon ikan dan tuna mayonaise. Sengaja kami siapkan bekal, karena kuatir gak ketemu tempat makan yang representative dan halal bagi kami dan supaya kegiatan berburu sight seeingnya tidak terganggu dengan kegiatan untuk mencari tempat makan.

Pinnacles Desert

11034380_978019668875671_3342284078525547049_o

Perjalanan kami teruskan ke arah Pinnacles Desert yang masih sekitar 65km dari Lancelin. Lagi, google map rada error. Kami sebenarnya sudah berada di jalan yang benar, namun google mapnya menunjukkan ke arah lain yaitu masuk ke kota Cervantes. BBM kami sudah dibawah ½, sekalianlah kami nyari tempat isi BBM.  Sempat bingung juga BBM mobil Hyundai ini jenisnya apa? Lupa nanya pada saat ambil mobil, Premium atau Solar? Kalo pake feeling harusnya premium. Untuk memastikannya, kami  bolak-balik buku manual. Pertamax  disana istilahnya unleaded, solar = diesel. Kami mengisi sendiri secara penuh dengan unleaded gasoline kemudian melakukan pembayaran di kasir toko sejumlah 71Aud. Harga  unleaded gasoline 1,5Aud/liter.

10989188_978402318837406_8072550153462268769_o

sehabis isi pertamax

 

Sudah jam 6 sore, kasir tokonya memberikan petunjuk arah ke Pinnacles Desert dan minta kami cepat-cepat kesana sebelum gelap. Beruntung kami masih bisa menikmati suasana Pinnacles Desert dan mampir di beberapa tempat di dalam sana. Tampak banyak kangguru berkeliaran di area Pinnacles Desert. Masuk ke area Pinnacles Desert, karena sudah tidak ada orang di dalam pos masuk, kami nitip uang masuk 12Aud  di kotak deposit yang sudah disediakan sesuai petunjuk. Tertib saja meski gak ada yang jaga, tapi yakin deh pasti ada cctvnya. Kan gak seru kalo ternyata setelah di survey ternyata orang Indonesia yang paling banyak kecenderungan untuk tidak membayar.

Jam 10 malam kami tiba di Perth, ngantar anak-anak kembali ke apartment. Lalu saya n Ishak mengembalikan mobil. Baliknya jalan kaki ke apartment. Lumayan juga jalannya tapi malas naik bus mending nikmati suasana malam hari kota Perth. Sepanjang jalan banyak ketemu dengan orang mabuk tapi gak mengganggu. Cafe-cafe sudah pada tutup.

Mudah-mudahan gak dapat kiriman surat tilang..hihi. Saya udah wanti-wanti sama teman-teman bahwa siap-siap aja dapat tagihan kalo saya dikirimi surat tilang. Sebenarnya gak ada kejadian khusus, hanya kuatir kalo-kalo kecepatan melebihi batasan, sempat juga Ishak gak menyalakan lampu di malam hari dan baru nyadar pada saat di lampu merah.

Advertisements

2 thoughts on “Berkendara ke Caversham, Margaret Chocolate Factory, Lancelin & Pinnacles Desert (Perth #3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s