Traveler Kebanyakan Gaya

IMG-20170324-WA0051

Area sekitar Liverpool one

Entah mengapa dalam persiapan trip ke UK ini saya merasa berubah jadi kebanyakan gaya. Mungkin karena pengaruh pergi di bulan Maret, masih musim dingin. Pengen bawa jaket dan sweater yang banyak. Saya bahkan hunting jaket saat mengurus visa UK di Jakarta dan beli 1 coat dan 1 jaket wool. Rencananya bawa lagi 1 jaket yang sudah ada. Saya juga beli 4 buah sweater, jenis pakaian yang nyaris gak pernah punya. Kalo ngetrip, saya lebih suka pakai kaos atau kemeja katun tipis.  Dan biasanya kalo ngetrip hanya bawa jaket 1 dan kemeja katun tipis yang nantinya dilapis dengan manset. Dua kali ke Eropa cuma kayak gitu aja gayanya. Saya bahkan bawa hand bag, biasanya praktis pake ransel saja. Sepatu pun rencananya bawa 3 pasang untuk trip ini, sepatu boot ¾, sepatu kets dan sepatu boot sebetis. Biasanya hanya bawa 1 atau 2 sepatu. Itupun sepatu-sepatu  lama yang diberdayakan kembali. Kali ini saya malah sampai beli 4 sepatu. Pertama beli sepatu kets Reebok, kedua beli boot Hush Puppies, ketiga nemu sepatu kets ¾ Skecher yang saya suka modelnya, beli lagi. Sepatu kets Reebok disimpan saja karena yang jadi dibawa adalah Skecher, boot baru dan boot lama. Keempat, karena sepatu bootnya (yang baru) ketinggalan di Palopo terpaksa beli sepatu boot lagi. Gara-garanya saat tiba di bandara Bua Palopo, pesawatnya sudah proses boarding. Proses boarding Wing Air ATR 72 terbilang cepat, paling sekitar 15 menit udah terbang. Untung masih mau menerima saya check in dan koper 25inch  yang hampir 20kg itu segera diproses tanpa perlu bayar kelebihan bagasi. Jatah bagasi Wings Air cuma 10 kg. Panik, jadi lupa tukar sepatu yang saya pakai dengan boot itu yang ada di mobil. Yah masih mending ketinggalan sepatu daripada ketinggalan pesawat. Saat itu sudah jam 11 siang.  Jika ketinggalan pesawat, satu-satunya cara mencapai Makassar hanya lewat darat 7-8jam. Saya pasti langsung nyetir sendiri ke Makassar yang tentu saja tidak aman jika jalan sendirian. Mau naik angkutan umum, lebih ribet lagi. Dan saya tetap bakal ketinggalan pesawat ke Jakarta yang jadwal terbangnya jam 18.00. Harus beli tiket pesawat lagi  ke Jakarta. Masih ada waktu karena pesawat ke London jam 04.40 pagi berikutnya. Ribet yah yang tinggal di daerah.

20170321_173641

Tiba di Makassar jam 12 siang, dengan sisa waktu yang ada saya manfaatkan untuk sayang-sayangan sama suami (ehem), menjenguk istri teman kantor yang akan aqiqahan, lalu mampir di mall beli sepatu kemudian cuss ke bandara.

Mungkin juga karena teman-teman pada request untuk bawa koper besar. Jadi ikut terpengaruh. Tadinya saya tetap keukeh bawa koper 20inch seperti trip-trip sebelumnya. Koper yang saya punya paling besar hanya 20 inch. Punya 3 buah, kalo ngetrip berempat bersama suami dan anak-anak cuma bawa koper-koper itu. Ke Eropa 16hari dan 11 hari sukses hanya bawa koper 20inch itu. Saya juga karena merasa kebanyakan over budget beli sepatu, udah bertekad gak akan beli koper. Tapi kok ya setelah diatur-atur masih banyak yang gak tertampung dalam koper. Jadi seminggu sebelum keberangkatan saya akhirnya beli koper 25inch. Sekalian mau nyoba gimana rasanya ngetrip dengan koper besar.

Ternyata bawa koper besar dan berat itu lebih banyak gak enaknya. Apalagi saat berangkat kopernya udah penuh duluan, beratnya sudah di angka 21 kg. Ditambah dengan hasil belanja selama di UK, pas pulang beratnya jadi 25kg. Dulu gampang aja tuh nenteng koper 20inch saat mau naik/turun tangga. Enteng.

Mudah-mudahan kebanyakan gaya ini hanya trend sesaat.

Advertisements

2 thoughts on “Traveler Kebanyakan Gaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s