Stonehenge,  Batu Legenda dan penuh misteri di UK

IMG-20170320-WA0143

Katanya gak berasa ke UK kalo belum mengunjungi Stonehenge. Stonehenge merupakan tempat wisata popular yang berjarak sekitar 150km dari kota London. Saya sempat memikirkan opsi untuk berkendara sendiri ke sini. Harus sewa 3 mobil kecil untuk ber-12. Dari yang saya baca, SIM A Indonesia bisa dipakai untuk mobil kecil disana. Gak praktis, belum risiko nyasar, belum lagi memahami aturan lalu lintas serta cara isi bahan bakarnya. Udah pernah punya pengalaman rental mobil di Perth, cuma waktu itu kita cuman bertujuh, sewanya cukup murah untuk mobil MPV kapasitas tujuh orang dan bisa pakai SIM A juga.

Beli tiket masuk Stonehenge ada jam tertentu untuk masuk. Bisa jadi beli pada saat tiba masih harus menunggu beberapa jam untuk bisa masuk sesuai jam yang ditentukan. Mau beli online, kuatir kita gak bisa tiba di Stonehenge tepat waktu. Apalagi ke Stonehenge biasanya sekaligus juga kunjungan ke Bath City. Daripada waktu tidak bisa dimanage dengan baik, mending ikut tour.

Paket tour Stonehenge dan Bath City paling murah dapatnya di Groupon UK. 39.5GBP sudah termasuk tiket masuk Stonehenge. Setelah beli voucher di Groupon, beberapa hari sebelum keberangkatan harus konfirmasi langsung ke penyedia tour melalui email dengan menyebutkan nomor voucher dan tanggal keberangkatan tour yang diinginkan. Email lembar konfirmasi dari tour tersebut yang dibawa ke meeting point di Victoria Coach Station. Jam 08.15 jadwal busnya berangkat, jadi pastikan sebelum jam 08.00 sudah ada di stasiun bus tersebut. Hari itu ada 2 bus tour Stonehenge dan Bath, saking banyaknya peminat tour.

Udara dingin banget menyambut kami di Stonehenge. Gak tahan dengan dinginnya, tangan meski bersarung tangan tetap saja harus dimasukkan ke dalam saku jaket untuk menambah kehangatan. Tiap orang diberikan audio guided tour. Dari tempat parkir bus, masih harus naik shuttle ke area Stonehenge. Gak jauh sekitar 5 menit naik mobil.

Stone artinya batu, Henge artinya lingkaran. Stonehenge merupakan lingkaran batu tegak  yang berada dalam lingkup tembok tanah. Situs ini masuk dalam UNESCO Heritage Site di tahun 1986. Banyak misteri menyelimuti kumpulan batu legenda ini antara lain:

  • Batunya diperkirakan berasal dari tempat yang berjarak sekitar 250km. Dengan cara apa batu-batu besar dan berat itu dibawa ke situs ini.
  • Bagaimana orang zaman dulu yang gak punya teknologi bisa mendirikan batu raksasa tersebut.
  • Usia Stonehenge masih menjadi perdebatan, sebagian arkeolog memperkirakan 3000SM-2000SM, ada teori lain 2400SM-2200SM bahkan ada juga yang menyatakan 3100SM.

Kami mengitari dengan cepat Stonehenge, dinginnnnn. Setelah itu balik naik shuttle bus. Di dekat toko souvenir, terdapat juga  5 rumah zaman Neolitik dimana menjadi rumah para pembuat Stonehenge. Rumah yang dibuat dari kapur dan beratap jerami serta mempunyai perapian.

IMG-20170321-WA0019

pulang bawa kantongan belanjaan. Gak nahan mampir di toko-toko yang lagi sale di Bath

Jam 12 siang, bus kami beranjak menuju Bath City. Dari Stonehenge sekitar 60km. Udara makin dingin saja. Entah mungkin kondisi tubuh agak drop karena tenggorokan meradang. Hanya satu yang kami harus nyari, tempat untuk menghangatkan diri dan makan.  Keinginan untuk masuk Roman Bath ditunda dulu. Mana bisa jalan dalam kondisi dingin dan lapar. Masuk Roman Bath harus bayar lagi. Ini sebenarnya sudah masuk dalam budget, tapi gimana entar aja. Tawaran dari Guide yang mengajak untuk berkeliling Bath City bagi yang tidak ingin ke Roman Bath pun kami abaikan. Kami mencari KFC yang berada sekitar situ.  Sebenarnya kita bawa bekal masing-masing nasi plus abon dan sambal ikan roa. Tapi gak bisa piknik di taman atau tempat terbuka karena gak kuat dengan dinginnya. Supaya enak numpang makan dan sekaligus menghangatkan diri, pada tetap pesan sesuai selera. Yang non muslim pesan ayam, kentang dan coklat panas sedangkan sisanya hanya pesan coklat panas dan kentang. Baru setelah itu saya merasa kembali kuat. Sisa waktu yang ada malah kita pergunakan untuk masuk toko yang ada diperjalanan pulang menuju bus. Pada gak kuat dengan godaan sale. Mark & Spencer diskon 60% end of season. Trus mampir di lagi di Dorothy Perkins. Disini dapat sweater 10GBP, sepatu boot 20GBP (harganya malah mulai dari 12GBP), trus beli jaket 35GBP. Hihihi, jauh-jauh ke Bath City malah belanja.

_MG_1359

Didepan Bath Abbey & Roman Bath. Eits jangan salah fokus ya

Sekilas tentang kota Bath, pertama kali didirikan tahun 43M zaman Romawi Kuno dikenal sebagai kota spa atau kota permandian karena disini terdapat sumber air panas alami yang dipercaya sebagai tempat tinggal Sulis dewi yang memiliki kekuatan penyembuhan dan yang membuat bangsa Romawi membangun Roman Bath permandian yang sekaligus dijadikan kuil pemujaan. Kala itu, permandian untuk umum tak hanya sebagai tempat mandi dan membersihkan diri tapi juga dijadikan sebagai tempat kumpul dan bersosialisasi.

Copy of _MG_1404

di sekitar taman di Bath city

Bus tiba kembali di London sekitar jam 08 malam. Kebanyakan dari peserta tour minta di drop di dekat stasiun tube terdekat sebelum sampai ke Victoria Coach Station. Beberapa teman masih lanjut untuk ke stadion Chelsea dan Arsenal serta ke Bigben melihat London Eye di malam hari. Saya memilih meringkuk di bawah selimut. Gak enak rasanya jalan dalam kondisi tubuh tidak fit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s