Labuan Bajo: Jelajah Flores (1)

FB6B8F9D-2243-4132-9089-7FC5E0DFAE7C

Gili Padar

6ADF8821-534E-4A97-BC05-5A48497EF207

Bukit Sylvia

Tiba pagi banget di Labuan Bajo dan belum bisa check in hotel membuat saya mencari aktivitas yang bisa killing time sampai tiba waktu jam 14.00 untuk check in. Titip ransel di hotel trus jalan kaki keluar ke jalan besar. Tanya security hotel mengenai info penyewaan motor, dia juga gak tau. Saya ke bengkel motor yang ada di jalan besar dan cari informasi sama orang bengkel dimana ada penyewaan motor atau ojek atau informasi mengenai transportasi umum ke gua batu cermin. Udah ada beberapa alternatif sih, tetiba ada motor yang mampir di bengkel. Si adek tukang bengkelnya nanya pake bahasa daerah ke bapak itu, trus ngomong ke saya bahwa si bapak itu mau bantu antar ke gua batu cermin tapi setelah selesai urusannya. Ya udah ikut saja. Hehehe. Pak Zul namanya, dia pengepul kepiting bakau dan penjual madu di Labuan Bajo. Kebetulan Pak Zul itu pernah kuliah dan kerja di Makassar, jadi ceritanya cukup nyambung. Setelah mengantar kepiting pesanan orang, saya diantar ke bukit Sylvia. Pemandangan di atas bukit ini keren banget. Dari situ, kita ke gua Batu Cermin. Konon katanya Gua ini berada di bawah laut, yang bergeser ke atas permukaan laut akibat gempa bumi. Untuk masuk ke dalam gua kita harus menggunakan helm untuk menghindari benturan stalaktif yang berada diatas kita. Dan harus jalan membungkuk untuk beberapa area. Dinamai batu cermin karena di area utama jika kita berdiri di lorong atau celah tebing tersebut, sinar matahari yang berasal dari celah batuan di atas bisa langsung masuk ke area tersebut. Jadi tanpa bantuan pencahayaan pun, ruangan tersebut terlihat terang akibat pantulan sinar matahari. Sayang pas kita datang cuaca lagi agak mendung. Gak ada sinar matahari yang masuk ke dalam gua tersebut. Yang menarik, Jokowi yang datang keesokan harinya juga menyempatkan ke gua ini. Saya sempat ditawari buat ke gua yang satunya lagi, gua Rangko. Tapi saya tolak karena untuk ke gua ini harus naik perahu karena letaknya disisi laut. Malas. Saya minta dia buat nyariin info mobil ke Waerebo dan dapat nomor kontak mobil, nanti sisa kontak si driver jika betulan jadi ke Waerebo begitu selesai acara dinas. Saya belum berani mastiin soalnya kuatir ada perintah bos yang bisa jadi bikin batal kesana. Selesai makan, si Bapak masih ngajak mampir ke pantai. Pantainya emang nyenengin sih, kita bisa duduk di pinggir pantai tanpa takut hitam karena pantainya teduh dan adem. Angin sepoi-sepoi bikin ngantuk jadinya. Saya diantar balik ke hotel. Pak Zul sempat saya tanya apa saya boleh ngasih uang pengganti bensin, tapi dia bilang gak usah. Terimakasih banyak ya pak. Udah keliling-keliling tempat yang indah di Labuan Bajo. Sore itu rencananya mau saya ajak teman kantor buat menikmati panorama sunset di Unique Rooftop Bar Ayana Komodo Resort. Ternyata banyak yang kepikiran sama. Jadinya kita disiapin mobil sama panitia acara untuk ke Ayana. Tanpa perlu nginap disana, kita sudah bisa nongki-nongki dan foto-foto cantik.

IMG_7728

Bukit Sylvia

Hari kedua di Labuan Bajo, full di dalam kelas bahkan sampai jam 11.30 malam.

Hari ketiga, kita melakukan aktivitas di luar ruangan yang nama kerennya Experiential Learning Activities alias jalan-jalan. Rutenya ke Gili Padar, Pulau Komodo, Pulau Rinca, Manta point, Pink Beach, Pulau Taka Makassar dan Pulau Kanawa. Ambisius sekali rutenya. Padahal dulu waktu kesini sama anak-anak, saya bagi trip ke dalam 2 hari. Pulau Rinca setengah hari dan sisanya seharian full. Itu pun gak ke Manta Point.

Meski sudah pernah ke Gili Padar, saya tetap semangat untuk sampai keatas. Pengen dapat foto yang lebih ciamik dibanding kemarin. Hehehe.

Kapal kita ngadat di Gili Padar. Nakhoda bilang, mesinnya mati. Pantesan kapalnya kita tunggu merapat ke pinggir Gili, gak datang-datang. 3 kapal carteran yang lain udah pergi dari tadi. Akhirnya malah kita naik perahu kecil ke kapal tersebut. Suasana sempat gaduh dan panik. Sebenarnya kapal masih bisa jalan tapi pelan dengan kondisi 1 mesin. Tapi hampir semua minta diganti kapalnya. Jadinya kita nunggu kapal pengganti baru jalan. Kalo saya masih bisa calm down, bulan lalu udah merasakan terombang ambing di laut dengan menggunakan kapal tradisional. Ini masih mending pake speed boat dan laut masih tenang. Setelah kapal pengganti datang, kami masih sempat mampir ke Pulau Komodo, tapi udah gak ngikut jalur trekking. Potong kompas ke arah berlawanan karena dapat info komodo lagi ada disana. Sempat mampir ke Manta Point, Pulau Taka Makassar dan Pulau Kanawa tapi cuman sebentar dan cuzz pulang ke Labuan Bajo. Pengen banget nyebur di Manta Point, tapi teman yang lain gak pada berminat. Ya sudahlah kesempatan untuk melihat Pari Manta tertunda dulu.

Malamnya, kita gala dinner di Atlantis. Driver mobil ke Waerebo minta kepastian berangkat dan saya jawab bahwa gak jadi kesana karena fix masih ada kegiatan besok pagi yaitu olahraga bersama Stand Up Paddle di Ayana Resort.

7250690B-67EF-4E9E-A6C5-D465EF87C3F0

Ayana Resort

55f86f83-8cb9-4436-a9c8-25e0faa162df

Unique Rooftop at Ayana Resort

IMG_7880

Ayana Resort 

IMG_7889

Ayana Resort

IMG_7913

Ayana Resort

IMG_7976

We stay at this hotel, Jayakarta Hotel

IMG_8066

Gili Padar

IMG_8103

Me and the komodo

IMG_7925

Sunset at Ayana

IMG_8186

Sunset view from the boat

fullsizeoutput_1ec4

Sunset view from the boat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s