Sumba, Negeri Susah Sinyal

Sumba indah banget.

Tapi masih susah sinyal. Jadi bagi kalian memutuskan jalan sendiri tanpa guide di Sumba siap siap agak keriting otak dan butuh effort untuk sampai ke tempat tujuan. Buat yang punya jiwa adventurous, ini gak akan jadi masalah karena proses perjalanannya sendiri sudah merupakan kebahagiaan sendiri.

WhatsApp Image 2022-03-21 at 2.09.22 PM (23) Continue reading

Makan-makan di Sumba

WhatsApp Image 2022-03-10 at 5.02.13 PM (6)

Piknik di pantai Pero

Ekspektasi kita diawal untuk kulineran di Sumba gak terlalu muluk-muluk. Jangan ngarep ada KFC, McD dan brand fast food terkenal lainnya disini. Yang penting dapat tempat makan halal. Kenyataannya lumayan banyak tempat makan yang halal dan proper. Dari hasil browsing, kita sudah ada list tempat makan. Tapi Bang Ronal, driver kami juga ngasih beberapa rekomendasi tempat makan dan cocok dengan selera kami. Kalo ditanya tentang kuliner lokal, Bang ronald juga bingung. Karena menurutnya makanan Sumba tidak terlalu enak dan cocok di lidah pendatang. Itu makanya tempat-tempat makan kebanyakan menyediakan makanan umum saja.

  1. Dapur Sumba

Resto ini dekat dari hotel Pasola tempat kita nginap dan dekat dengan bandara. Sekitar 300meter saja dari hotel. Meski cuaca lagi panas-panasnya kita tetap jalan kaki. Bisa delivery sebenarnya ke hotel tapi saya lebih suka makan di tempat. Dapur Sumba tempatnya cukup luas, sepertinya tempat favorit buat nongkrong sore-sore. Ada area non smoking juga yang ber-ac, disebelahnya ada toko roti dan toko bahan kue yang sepertinya masih grup dapur sumba. Didepan toko roti ada ibu-ibu yang jualan pisang sama sarikaya belanda. Kita sempat beli buah tersebut, ya lumayanlah buat ngemil sehat. Makanannya bervariasi dan cukup lengkap, ada chinese food, ada ayam khas dapur sumba, berbagai masakan ikan dan lainnya. Kita nyoba ayam kampung khas dapur Sumba dan Sapo tahu disini. Enak. Continue reading

Jalan-jalan ke Sumba

WhatsApp Image 2022-03-10 at 11.33.30 AM

Yeah kesampaian ke Sumba. Udah beberapa bulan kepikiran kesini. Ngajuin cuti 2minggu di bulan Januari, bos bilang tinggalin pekerjaan dulu buat tim supaya enak cuti. Baiklah, gak jadi cuti nanti di awal bulan Februari kemarin baru ngajuin cuti lagi dan di approve. Ngabisin cuti besar 2021 yang ternyata hanya tersisa 11 hari kalender. Harusnya masih ada sisa 26 hari kalender tapi ternyata ada aturan baru yang bikin cuti harus terpotong 15hari. Tapi gak apa-apalah. Toh masih dapat jatah cuti tahun ini sebanyak 18hari kerja.

Alternatif lain, kepikiran juga mau ke Derawan tapi tiketnya mahal 2x lipat harga tiket ke Sumba, jadi derawan di pending dulu. Saya ngajak Amel, adik saya paling mudah dicolek kalo soal jalan.  Untuk ke Sumba ada 2 bandara yang melayani yaitu Bandara Tambolaka di Tambolaka kab. Sumba Barat Daya dan Bandara Ummu Mehang Kunda di Waingapu kab Sumba Timur. Mau masuk dari bandara manapun, tempat wisatanya tersebar di 3 kabupaten, Sumba Barat Daya, Sumba Barat dan Sumba Timur. Paling efektif sih masuk dari Bandara Tambolaka keluar dari Bandara Waingapu atau sebaliknya. Bisa lebih maksimal explore tempat wisatanya.
Namun dengan pertimbangan harga tiket lebih murah masuk dan keluar di bandara Tambolaka, maka jadilah kami beli tiket Lion/wings rute Jakarta-Tambolaka-Jakarta transit di Denpasar. Harga tiket 2juta/pp.

Ternyata ada perubahan jadwal penerbangan yang bikin tidak connect. Setelah mencoba berkali2 nelpon ke call centre akhirnya terhubung dan tiket Lion Jakarta-Denpasar direschedule ke Batik.
Sehari kemudian dapat info lagi kalo penerbangan Batik direchedule dan jadinya tidak connect. Nelpon lagi call centre, setelah percobaan yang kesekian kalinya berhasil terhubung. Direschedule lagi ke Super Airjet. Dan butuh waktu sejam untuk proses perubahan tiket u 2 orang. Pantesan aja call centrenya Lion sibuk terus, lah 1 customer saja dilayani sampai sejam. Continue reading

Solo traveling

WhatsApp Image 2022-03-09 at 2.52.20 PM

Kebanyakan momen saat saya solo traveling ketika saya lagi dinas luar kota untuk keperluan kerjaan. Mumpung sudah disitu, masa iya sisa waktu atau weekend tidak dimanfaatkan untuk jalan-jalan. Ya gak? Mumpung tiket pesawatnya sudah dibayarin kantor kan. Nambah sedikit waktu dan biaya tidak masalah. Ada teman ataupun gak, itu pun bukan masalah.  Meski saya masih batasin solo traveling versi saya jangan lebih dari 3 hari. Sepertinya bakal garing kalo kelamaan sendiri belum lagi udah muncul rasa kangen ke orang-orang terdekat dan lain-lain.

Beberapa kenikmatan solo traveling itu adalah:

1.  Bebas mau kemana saja tanpa diatur

Setiap orang punya selera traveling masing-masing. Contohnya saya yang kalo ke Singapore pengennya keluyuran saja, nyari tempat-tempat baru. Gak terlalu berminat belanja. Pernah dinas di Batam, waktu weekend saya manfaatkan nyebrang ke Singapore. Teman ada sih yang minat ikut, tapi saya gak nawarin. Lagi pengen menikmati tempat dengan gaya suka-suka saja, bebas mau kemana saja. Kalolah teman saya ikut, tentu saya harus menyesuaikan juga dengan keinginan dia yang saya tau dia typical orang senang shopping.

2. It’s my ‘me time’ Continue reading

Negara multipesona

IMG_0537

Satu lagi draft tulisan yang belum diposting karena masih nyari foto yang mau diupload di postingan ini. Pengennya posting foto diarea sultan ahmet disekitar blue mosque tapi belum ketemu. Jadi supaya cepat diposting, kasih foto saat explore Goreme. Here the story goes…

Turki bisa dibilang negara multi pesona. Betapa tidak, Turki merupakan satu-satunya negara yang berada di dua benua yaitu benua Asia dan benua Eropa. Turki memiliki letak dominan di Asia dan hanya Kota Istanbul yang berada di daratan Eropa namun Istanbul merupakan kota terpenting bagi Turki walaupun bukan ibukota. 

Saya akhirnya dapat tiket murah ke Turki. Niatnya emang kalo belum dapat tiket dibawah 6juta pp saya ogah ke Turki. Tiket Etihad Airlines Jakarta-Istanbul seharga 5,5juta saya beli saat ada promo di H-3bulan. Nyaris pergi berlima, ada beberapa teman yang pengen ikut tapi gak sempat dapat tiket seharga segitu. Dan sampai mau berangkat, ya harga tiket udah gak pernah turun lagi.

Gak banyak persiapan ke Turki. Toh cuma berdua sama Amel. Kalo perginya rame-rame tentu harus jauh-jauh hari meriset dan mempersiapkan segalanya. Saya baru serius meriset mengenai Turki itu seminggu sebelum keberangkatan. Dimulai dari apply E-visa online. Ternyata ini e-visa yang paling mudah diproses. Isi form online 1 halaman, bayar 25Usd pakai kartu kredit dan e-visa langsung terkirim ke email. E-visa wajib di print untuk diperlihatkan saat check in di bandara dan saat proses imigrasi di Turki. Continue reading

Birthday trip: Turkiye Edition

IMG_0245

Travertines dari ketinggian, kita start dari kolam yang ada dibawah sana

Prolog: Satu lagi tulisan yang udah lama banget di draft (Jan 2020) tapi belum diposting. Alasannya ya gitu deh, pengen diedit dulu sampai puas baru posting. Padahal gak sempat diedit juga sekarang, hehehe. Jadi saya posting aja apa adanya.

Here the story goes….

Today is my birthday and I’m in Turkey. Jauh banget dari rumah. Perbedaan waktu sekitar 6 jam dengan Waktu Indonesia Bagian Tengah alias WITA. Suhu disini lagi berkisar 4 derajat celcius. Saat nulis ini, saya lagi di lobby hotel Milat Cave, Goreme/Cappadocia nongkrong jam 4 subuh. Menunggu pagi, lalu menghabiskan waktu explore Goreme/Cappadocia sampai tiba waktu check in di hotel ini jam 12.

IMG_0513

Ini udah hari keenam di Turki. Kami sudah menghabiskan waktu di Istanbul 3 hari, di Selcuk 1 hari, di Pamukkale 1 hari abis itu lanjut ke Cappadocia. Perjalanan mulus saja sampai kemarin. Hal yang gak enak terjadi kemarin, kami kena scam. Jadi ceritanya di Selcuk setelah pulang jalan-jalan dari Ephesus tur, dolmush menurunkan kami di terminal bus. Karena kami mau ke Pamukkale saya iseng ke agen bus Kamil Koc. Kamil Koc itu provider bus ternama di Turki. Ada jadwal keberangkatan jam 09.30 pagi ke Denizli kota terdekat dengan Pamukkale dan katanya dia akan menelpon temannya disana dan memberikan free bus lanjutan ke Pamukkale. Tertarik karena orangnya sopan banget dan terminal bus persis di depan hotel sisa menyeberang saja serta Kamil Koc emang agent besar, jadilah kami memesan tiket bus Selcuk-Pamukkale sama dia. Harga tiket busnya murah 35TL (IDR75ribu) untuk perjalanan 3 jam. Pilihan lainnya ke Denizli adalah naik kereta berangkat jam 08.30.

Continue reading

Manjat di Gunung Parang

Ajakan dari Mbak Sari untuk ikut open trip ke Gunung Parang langsung disamber. Soalnya udah lama kepikiran mau kesana tapi belum ada temennya. Mau ngajak anak, too risky. Ngajak rekan kerja, harus yang sama passionnya. Biar bisa bertanggung jawab atas diri masing-masing.

Lebih dari separuh yang ikut opentrip udah pernah manjat di Gunung Parang, tapi beda operator dan waktu itu ngambil jarak yang paling rendah yaitu ketinggian 750 Mdpl. Sekarang mereka pengen nyoba yang 900 Mdpl. Saya diminta bayar belakangan saja, kalo sanggupnya nyampe 750 Mdpl ya bayar paket skywalker 750Mdpl.

Gunung Parang merupakan gunung pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan via ferrata. Via ferrata berasal dari kata bahasa Italia yang artinya jalur besi. Via ferrata terbanyak berada di Italy dan negara Eropa lainnya, digunakan sejak Perang Dunia I untuk memindahkan pasukan dan logistik dari satu tempat ke tempat lainnya. Jumlahnya lebih dari 1000 via ferrata. Namun via ferrata yang tertinggi di dunia ada di Mountain Torq yang berlokasi di Mount. Kinabalu Malaysia. Via ferrata Mountain Torq start dari ketinggian 3200Mdpl dan finish di 3,776Mdpl.

Continue reading

Melipir ke Gunung Galunggung

Dalam perjalanan ke Pangandaran, tetiba suami nyinggung soal Gunung Galunggung. Jadilah kita melipir ke Gunung Galunggung.  Sebelum menapaki tangga kuning sebanyak 620 anak tangga, kami mampir di warung yang berada di dekat situ. Kami belum makan siang, daripada lemes mending kami ganjal dengan indomie goreng pake telur. Ada sih pilihan makanan lain seperti nasi liwet, tapi sepertinya indomie lebih menggoda dan lebih pasti. Hehehe. Kami beruntung karena kata ibu pemilik warung, Gunung Galunggung baru buka di hari itu setelah sempat tutup selama tahun baruan. Alhamdulillah, jadinya gak terlalu rame. Kami juga membeli snack untuk di makan sambil jalan di tangga atau di puncak gunung. Ternyata salah besar bawa snack ke atas. Di tangga bagian bawah sudah banyak monyet yang mengintai snack kami. Dan pada beringas. Mereka dekat banget dengan kami. Snack yang di pegang sama Dede diambil paksa, segera saya menyembunyikan snack yang lain di dalam baju karena gak bawa tas. Mereka masih mengintai dan mengikuti kami. Buang botol air mineral ke samping tangga tidak membuat mereka berpaling. Namun lama kelamaan karena udah gak liat ada makanan lagi yang terpegang mereka segera mencari mangsa lain. Jadi hati-hati dengan monyet yang ada di Gunung Galunggung.

Kerennnnn, begitu sampai di puncak kawah Gunung Galunggung.  Gunung ini merupakan gunung berapi yang memiliki ketinggian mencapai 2.167 meter di atas permukaan laut. Erupsi terakhir terjadi sekitar tahun 1982-1983 selama 9 bulan. Kami berjalan berkeliling sebentar saja, karena harus melanjutkan perjalanan ke Pangandaran. Pengennya naik dari tangga kuning turun dari tangga biru. Pak suami turun lewat tangga kuning, mengambil mobil dan menjemput kami di sekitar tangga biru. Namun urung setelah bertanya sama ibu penjual sosis bakar yang ada diatas. Katanya bisa tapi sudah tidak banyak lagi yang lewat situ. Dari pada nyasar, mending kembali lewat tangga kuning saja.

Tadinya juga kami mau mengexplore beberapa tempat menarik di Tasikmalaya. Saya sudah ngatur rute untuk 4 tujuan di google map. Namun setelah dipikir-pikir lebih baik tiba di Pangandaran sebelum Maghrib biar Ghazy masih bisa main di pantai. Tau gak, Ghazy dari rumah udah pake baju pelampung lho. Begitu tiba di Gunung Galunggung, dia ogah melepas baju itu. Hehehe. Dibujuk cukup lama dan akhirnya mau melepas.

Si pejuang Seleksi mandiri

Siapa disini yang lagi berjuang untuk dapat tempat di PTN?

Definitely not me, masanya udah lewat. Sekarang giliran anak saya si Aya. Gak berasa ya time flies, tau-tau anak udah mau kuliah aja.

Kesempatan pertama seleksi kuliah itu lewat jalur SNMPTN. Kalo dulu disebut jalur bebas tes atau jalur undangan. Dari 300 anak kelas XII yang dapat kesempatan itu hanya 100 orang termasuk Aya. Katanya proses seleksinya bukan berdasarkan rangking di kelas tapi nilai rata-rata rapor khusus 6 mata pelajaran inti. Nilai rapor Aya gak terlalu outstanding sih, tapi tetap menaruh harapan untuk bisa lulus dikesempatan pertama. Pilihan waktu itu Aktuaria Unpad dan Arsitektur Unhas.  Hasilnya, gak lolos. Kalo gak salah hanya sekitar 10% yang lulus SNMPTN dari sekolahnya Aya.

Kesempatan kedua lewat jalur SBMPTN. Dulu disebut Sipenmaru, UMPTN atau apa lagi. Dia juga minta dibantu milih jurusan. Dia request jurusan saintek saja tapi jangan kedokteran, psikologi, pertanian, perikanan, kehutanan. Dalam memilih jurusan, saya minta Aya realistis saja sesuai nilai rata-rata try out di bimbelnya saja. Bagi saya, yang penting selesai jenjang S1 dengan jurusan gak malu-maluin banget. Toh juga semakin banyak peluang kerja yang tidak spesifik menyebutkan latar belakang pendidikan alias menerima segala jurusan. Yah seperti sayalah lulus dari Teknik Sipil kerjanya di jaminan sosial. Akhirnya sepakat dengan pilihan Arsitektur UPI dan Aktuaria Unhas. Pilih UPI Bandung  biar kalo lulus bisa barengan tinggal sama saya yang udah hampir setahun domisili di Bandung. Saya gak pede buat milih Unpad apalagi ITB. Pilih Unhas karena Makassar adalah kampung halaman dan tempat Aya dibesarkan. Aya minta ujiannya di Makassar sekalian nyelesain bimbelnya. Jadilah dia pulang ke Makassar selama 2 bulan. Abis itu balik lagi di Bandung sambil tunggu pengumuman. Continue reading

Body rafting di Green Canyon

WhatsApp Image 2021-01-20 at 21.11.08 (3)

Mengawali tahun 2021, saya mengambil cuti selama 5 hari. Biasanya cuti segitu plus 4 hari weekend sebelum dan sesudah cuti udah cukup buat saya traveling ke luar negeri. Tapi hiks, dunia masih sakit, masih berjuang melawan pandemi ini dengan segala kerusakan yang ditimbulkan. Jadi yah dinikmati saja yang ada di dalam negeri dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Emang sih baiknya di rumah aja, tapi kalo di rumah aja semua pada mager dan sibuk dengan gadget masing-masing. Si sulung sibuk dengan semua yang berbau oppa oppa BTS, si Tengah sibuk main PUBG dimana saking fokusnya, hp itu dekat banget dengan matanya, Ghazy sibuk wara wara mengganggu sambi ngomong, “boleh pinjam hp?” “boleh pinjam laptop?”, please, please. Setelah dapat, sibuklah dia nonton yutub. Jadi mending cari kegiatan di alam yang relatif sepi. Biar pada ngumpul bersama dan sekalian olahraga. Continue reading