Kalibiru yang gak biru

15780785_10206462171587859_2088025686698159327_n

Kali biru yang jadi alasan utama saya dan keluarga jalan-jalan ke Yogya saat libur tahun baru. Envy liat foto-foto keren berlatar waduk Sermo ini. Kalibiru merupakan obyek wisata alam yang terletak sekitar 40km dari Yogya.

Dari Borobudur kami bergegas menuju Kalibiru. Sudah janjian ketemu sama adikku dan keluarganya disana. Adikku yang duluan nyampe disana ngasih info bahwa sudah gak memungkinkan naik ke Kalibiru. Antriannya panjang. Jadi kami memutuskan untuk datang keesokan harinya.

Datang pagi-pagi merupakan hal yang tepat, jalanan lancar jaya. Cuman banyak scam di jalan. Pertama, ditahan katanya ada tanjakan terjal, agak sulit kalo mobil biasa. Disarankan naik jeep. Driver mobil rental yang kami sewa juga gak tegas, entah dia juga pengennya kami naik jeep atau gimana. Feeling saya, masih aman jika kami terus. Apalagi jalanan gak macet. Yang bahaya jalan macet saat jalanan banyak menanjak. Kami pun terus kemudian ditahan lagi. Katanya parkir sudah penuh diatas, disarankan naik ojek. Yang benar aja naik ojek satu-satu. Yang saya ikut sebel, drivernya gak tegas, dia kan tau kondisi diatas. Saya bilang kita lanjut saja. Dan bener, parkiran diatas masih banyak kosongnya. Sebenarnya masih ada parkiran diatas, tapi driver kita dapat info dari sesama driver bahwa beneran sudah penuh. Masih harus jalan 500meter sampai di Kali biru, dan disarankan naik ojek. Saya ogah kalo cuma 500meter, mending jalan saja. Setelah 500 meter itu, menuju tempat loketnya jalannya menanjak. Nafas ngos ngosan tapi karena disambi foto jadinya gak terlalu berasa.

Spot foto Kali biru ada 5 spot. Spot 1 sampai 3 harga karcisnya 15,000/spot, spot 4 dan 5 harga karcisnya 10,000/spot. Yang paling ramai spot 1 dan 2. Tanya di spot 1, antriannya 6jam. Katanya yang menginap sejak kemarin baru foto hari ini. Ini memang yang paling rame dan paling bagus spotnya. Tanya di spot 2, antriannya 5 jam. Weleh. Datang jam 9 baru selesai jam 2siang. Saya beli 5 karcis, daripada semakin lama ngantri gara-gara kelamaan mikir. Lanjut ke spot ke 3 bertanya perkiraan lama antri, si mbak yang jual tiket bilang sekitar 2 jam. Langsung beli 8 karcis deh. Saya kembali ke spot 2, niat mau jual karcis yang 5 tadi. Ternyata ada juga yang berfikiran sama sedang jualan mungkin juga dengan alasan yang sama. Nanti saja kalo begitu, tunggu antriannya lebih panjang baru balik lagi kesitu jualan. Saya ajak misua dan anak-anak jalan explore menghabiskan waktu melewati spot 5 sampai di ujung. Kemudian saya coba turun sendiri melewati jalan setapak. Masih ada warung kopi dibawah itu, tapi gak berapa lama saya balik arah, gak nyaman sendirian. Padahal kalo ada teman, bisa panjang jalannya. Misua dan anak-anak gak doyan kalo diajak beginian. Apalagi adik saya nyewa gazebo buat bersantai, 100ribu per 2jam. Bikin mereka tambah malas bergerak. Sebenarnya tanpa sewa gazebo pun banyak tempat duduk di warung-warung yang ada. Cukup beli makanan dan minuman. Adik saya emang tidak seekonomis saya hehehe. Harga makanan dan minuman di Kali biru masih sangat bersahabat. Contohnya Indomie goreng + telur hanya 10ribu, aqua 1500ml 7000, tahu bulat 1 biji 500rupiah. Nyaman aja sih menunggu sampai tiba antrian untuk berfoto. Sisa memantau giliran kita udah dekat atau belum.

Menjelang giliran foto, saya balik lagi ke spot 2 buat jualan karcis yang sudah saya beli tadi. Nanya ke pengelolanya sudah antrian ke berapa dan berapa lama ngantri jika beli karcis sekarang. Waktu untuk berfoto mulai saat naik foto dan turun kurang lebih sekitar 5menit. Jadi 1 jam kurang lebih 12orang. Sebagai bahan buat jualan, ketimbang lama ngantri mending beli karcis saya kan. Karcis saya laku 4, jualnya seharga 50ribu, sebenarnya jual harga normal 60ribu tapi gak ada kembalian jadi terima 50ribu saja. Yah daripada gak jadi uang. Lumayan buat beli tahu bulat 100biji hehehe. Sisa 1 karcis saya berikan cuma-cuma sama ibu dan anak yang baru datang ke spot 2, tapi belakangan mereka juga gak jadi ngantri dan memilih pulang karena keliatannya mau hujan.

15747341_10206462168707787_4736894493232153650_n

Adik saya (perempuan) dan keluarganya

Saat berfoto tiba, kita naik tangga sekitar 2 meter ke menara pandang. Banyak yang mengira termasuk saya pada awalnya, naik ke menara pandang itu berbahaya dan tinggi sekali. Ternyata mudah sekali, ponakanku berumur 3 tahun pun bisa naik kesitu. Bisa naik sekaligus 1 keluarga setelah itu yang lain minggir untuk foto satu persatu. Ada tukang foto pake kamera DSLR yang siap mengabadikan momen berlatar Waduk Sermo merangkap pengarah gaya. Kita cukup membayar 1 foto yang dibluetoothkan ke hp seharga hanya 5000rupiah saja. Murah. Adikku yang gak mau repot pilih-pilih foto, minta file semuanya seharga 150ribu.

Beruntung banget kami tiba lebih awal di Kalibiru. Saat pulang, sudah crowded banget dan macet.

Advertisements

11 thoughts on “Kalibiru yang gak biru

  1. Aku tahun lalu kesana pas weekend. Antrian blm segitunya mpe berjam2. Dan pilih spot 3….
    Eh, ngga taunya dua bulan lalu dikampungku udh ada kayak gini juga… ga jauh2 lg hrs ke kalibiru. Yeeeeey…. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s