Menikmati Taipei dari Taipei 101

_MG_0012

Taipei 101 from Elephant Hill

Sebenarnya gak terlalu niat naik ke atas Taipei 101, pengen menikmati Taipei 101 dari luarannya saja. Toh sama aja rasanya naik ke gedung tinggi lainnya seperti Seoul Tower, Macau Tower, Bell Tower Perth hmm apalagi ya. Naik lift berkecepatan tinggi trus foto-foto di ketinggian.

IMG_0634

View from Elephant Hill

Jadi di hari pertama kami di Taipei, kami lebih memilih untuk menikmati panorama Kota Taipei dari Elephant Mountain. Untuk ke Elephant Mountain, naik MRT jalur Merah turunnya di stasiun paling akhir yaitu Xiangshan kemudian ambil exit no 2. Ikuti saja petunjuk jalan melewati taman, kita akan sampai ke jalur hiking Elephant Mountain. Ada sekitar 500 anak tangga yang harus dilalui untuk mencapai tempat yang paling direkomendasi di instagram yaitu foto diatas batu besar. Saya masih melihat anak tangga dan banyak orang lalu lalang melewati batu tersebut. Ternyata diatas masih 600anak tangga lagi untuk sampai puncaknya. Wow. 500anak tangga saja sudah cukup bikin ngos-ngosan membuat keringat mengalir membasahi baju. Tapi ada loh yang berolahraga memanfaatkan tangga-tangga di elephant hill. Orang itu posisinya seperti pushup dan berjalan mundur menaiki anak tangga. Continue reading

Pengalaman Menginap di Star Hostel Main Taipei

Selama 2 malam di Taipei, saya menginap di Star Hostel. Dari Taoyuan Airport, kami nyoba naik airport bus no 1819 menuju Kuo Kuang Bus Terminal yang berada di sebelah Taipei Main Station. Dari situ kita jalan kaki 600meter menuju ke hostel. Di lantai pertama hanya ada lift dan Star Hostel ada di lantai 4. Disini juga ada Hotel Puri yang keliatannya 1 manajemen dengan Star Hostel. Desain interior kayu menambah hangat suasana namun tetap kalem. Proses check in cepat, kita diberi sandal,  dan meminta agar sepatu di taruh di locker kayu yang disediakan untuk masing-masing orang. Kita juga diberi kartu akses yang berfungsi untuk masuk ke area lounge dan kamar termasuk untuk membuka/tutup locker yang berada di dalam kamar. Handuk tidak disediakan gratis, tapi kalo mau nyewa juga gak mahal hanya seharga 30 NTD (New Taiwan Dollar) atau equal 13ribu. 

IMG_0730

Saya booking tempat tidur dalam kamar ber-enam. Harganya 285ribu/malam/orang. Kamarnya bersih dan luas. Tiap tempat tidur diberi tirai yang cukup tebal untuk memberi area privasi dan mengurangi cahaya lampu kamar sehingga kita bisa tidur tanpa terganggu dengan cahaya lampu. Ada soket listrik dimasing-masing tempat tidur, kasur dan bedcovernya sangat nyaman. Tersedia water dispenser di setiap lantai. Dan ada air purifier dimana-mana baik itu di kamar tidur, kamar mandi, resepsionis, di dekat locker sepatu dan lain-lain.

Kamar mandinya di luar kamar sih. Kamar mandi terbagi ada area untuk khusus wanita dan ada yang gabungan. Bersih banget. Saking bersihnya, selesai mandi saya juga ikut menjaga kebersihan dengan memungut rambut yang gugur di lantai. Jadi biar yang mandi berikutnya juga nyaman. Hehehe. Biasanya cuek aja. Nilai plusnya adalah mereka juga nyiapin sekotak besar keperluan cewek seperti panty liner, pembalut, cotton bud, dental floss dan karet rambut. Shampoo, sabun dan conditioner juga disediakan di dalam shower area. Kamar mandi yang berada di dekat lounge dan resepsionis juga bersih dan  menggunakan closet Jepang yang bisa di setting penggunaan airnya. Continue reading

Makan dan jajan di Taipei

IMG_0721Karena cuma 3 hari di Taipei, saya gak merasa perlu bawa travel cooker seperti biasanya. Pun juga gak bawa makanan apapun. Padahal di rumah ada stok gudeg kaleng dan rendang kaleng. Minimalis banget. Bawaan pun cuma ransel kecil. Untungnya gak bawa rendang karena di pesawat udah diwanti-wanti sama pramugarinya agar tidak membawa masuk daging ke Taiwan. Denda maksimal 1juta NTD atau sekitar 423juta rupiah. Baca berita, ada turis Malaysia yang gak sengaja bawa 2 onigiri ayam sampai  didenda 14juta rupiah. Kata si turis itu, itu sebenarnya bekal yang belum habis dimakan tapi tetap didenda.

Rencananya mau jajan aja di pasar malam sama cari warung halal. Taiwan terkenal dengan pasar malamnya. Ada 4 night market dari sekian banyak night market yang sempat kita kunjungi diantaranya: Continue reading

Aral ketika mau Traveling

Ada saja kendala saat mau traveling. Seperti saat mau ke Taiwan hari Rabu sore, tiba tiba dapat kabar Direktur mau datang ke Makassar hari itu dan akan melakukan kegiatan sampai Minggu. Saya langsung bilang sama Amel adik saya sekaligus travelmate kali ini, kayaknya saya gak jadi ke Taiwan. Amel langsung kebingungan, soalnya dia gak pernah travel sendiri. Bukan karena gak pinter jalan sendiri, tapi dia canggung sendirian. Disatu sisi berat juga ninggalin kerjaan kalo kondisinya kayak gini, di sisi yang lain kayaknya saya butuh piknik. Jadi hari rabu itu saya tetap nyiapin ransel buat keperluan traveling dan ditaruh di kantor. Kali kali aja ada miracle yang bikin saya berangkat. Jam 1siang jemput bu bos dibandara dan langsung menuju Pangkep. Rencananya akan mampir dulu ke Maros untuk makan siang. Diperjalanan setelah ngobrol-ngobrol soal progress pekerjaan, terjadilah percakapan ini.

Continue reading