Pengalaman Menginap di Star Hostel Main Taipei

 

Selama 2 malam di Taipei, saya menginap di Star Hostel. Dari Taoyuan Airport, kami nyoba naik airport bus no 1819 menuju Kuo Kuang Bus Terminal yang berada di sebelah Taipei Main Station. Dari situ kita jalan kaki 600meter menuju ke hostel. Di lantai pertama hanya ada lift dan Star Hostel ada di lantai 4. Disini juga ada Hotel Puri yang keliatannya 1 manajemen dengan Star Hostel. Desain interior kayu menambah hangat suasana namun tetap kalem. Proses check in cepat, kita diberi sandal,  dan meminta agar sepatu di taruh di locker kayu yang disediakan untuk masing-masing orang. Kita juga diberi kartu akses yang berfungsi untuk masuk ke area lounge dan kamar termasuk untuk membuka/tutup locker yang berada di dalam kamar. Handuk tidak disediakan gratis, tapi kalo mau nyewa juga gak mahal hanya seharga 30 NTD (New Taiwan Dollar) atau equal 13ribu. 

IMG_0730

Saya booking tempat tidur dalam kamar ber-enam. Harganya 285ribu/malam/orang. Kamarnya bersih dan luas. Tiap tempat tidur diberi tirai yang cukup tebal untuk memberi area privasi dan mengurangi cahaya lampu kamar sehingga kita bisa tidur tanpa terganggu dengan cahaya lampu. Ada soket listrik dimasing-masing tempat tidur, kasur dan bedcovernya sangat nyaman. Tersedia water dispenser di setiap lantai. Dan ada air purifier dimana-mana baik itu di kamar tidur, kamar mandi, resepsionis, di dekat locker sepatu dan lain-lain.

Kamar mandinya di luar kamar sih. Kamar mandi terbagi ada area untuk khusus wanita dan ada yang gabungan. Bersih banget. Saking bersihnya, selesai mandi saya juga ikut menjaga kebersihan dengan memungut rambut yang gugur di lantai. Jadi biar yang mandi berikutnya juga nyaman. Hehehe. Biasanya cuek aja. Nilai plusnya adalah mereka juga nyiapin sekotak besar keperluan cewek seperti panty liner, pembalut, cotton bud, dental floss dan karet rambut. Shampoo, sabun dan conditioner juga disediakan di dalam shower area. Kamar mandi yang berada di dekat lounge dan resepsionis juga bersih dan  menggunakan closet Jepang yang bisa di setting penggunaan airnya.

Loungenya juga sangat nyaman, disini kita bisa bersantai diatas bantal-bantal. Lounge didesain ada rumah-rumah kayu dan banyak tanaman. Dapurnya terintegrasi dengan lounge, tersedia teh/kopi gratis, snack, permen sepanjang hari. Milk tea sachetnya enak, saya sampai beli sebungkus isi 50 sachet buat dibawa pulang. Dapur bisa dipakai masak dengan cukup banyak peralatan bahkan minyak dan kecap juga disediakan. Seperti biasanya, kita diminta untuk mencuci piring/gelas yang kita pakai tapi yang menarik adalah kita diminta untuk mengelap piring/gelas yang kita cuci dan mengembalikan di tempat semula sehingga ready digunakan orang lain. Mereka menyediakan lap bersih yang cukup banyak dan setelah digunakan ditaruh di tumpukan lap kotor. Jadi bukan lap yang berulang kali dipakai.

IMG_0736Sarapannya terbagi 2. Jam 6-8pagi sarapan ringan berupa roti dan beraneka selai tersedia. Mulai jam 8 pagi akan ada sarapan di ruang makan yang dijatah 1piring setiap orang. Sarapannya minimalis dan cukup enak. Tidak ada tambahan piring jika ingin mengambil roti dan lain-lain. Jadi sangat efisien, mereka tidak perlu menyetok banyak piring, tamu cukup memanfaatkan 1 piring untuk berbagai keperluan. Kalo butuh tambahan piring bisa saja ambil di dapur tapi konsekuensinya piring yang di ambil di dapur harus di cuci/kering/lap dan simpan kembali.

Punya banyak event gratis seperti mini tour  cool spot sekitar hostel yang berlangsung sekitar 30menit, Movie night, Taiwanese Snack night, Nintendo Switch Game Night. Yang pengen temu kangen sama nintendo disinilah tempatnya. Hehehe. Pada saat kita tiba, malam itu ada Ningxia Night Market Tour mulai jam 9.30malam sampai 10.30 malam. Cuman kami memilih langsung ke market tersebut sepulang dari Shilin Night Market.

Ada coin laundry juga 24 jam. Kalo mau nitip ransel/koper sebelum dan sesudah check out juga diperbolehkan.

Lokasinya strategis. MRT terdekat dari hostel ini yaitu Taipei Main Station merupakan stasiun yang dilewati oleh MRT Jalur Biru dan Jalur Merah. Kebanyakan tempat wisata berada di 3 jalur saja yaitu Jalur Merah, jalur Biru dan Jalur Hijau.

Saat sudah harus ke bandara kami memilih naik airport MRT. Ternyata stasiunnya lebih dekat masuk dari pintu Y13 Taipei City Mall dan harganya cuma beda tipis dengan airport bus. Airport MRT 150NTD sedangkan airport bus 140NTD. Airport MRT ada dua pilihan dengan harga yang sama saja cuman bedanya satu berhenti disetiap stasiun sedang satunya paling berhenti di 3-4stasiun.

Bisa dibilang ini salah satu hostel terbaik di Taipei dan juga salah satu hostel terkeren yang pernah saya inapi.

IMG_0744

Koridor Star Hostel Taipei

IMG_0726

Dapur

IMG_0724

Pintu Geser pakai tap kartu dan locker sepatu. Sebelum masuk taruh sepatu di locker kemudian ganti dengan sandal.

IMG_0728

Aturan cuci piring disini: Wash Dry Wipe Return and Recycle

IMG_0734

Suasana breakfast lounge

IMG_0731

Relax Lounge

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s