Menapaki jejak Tembok Berlin.

This slideshow requires JavaScript.

Berlin merupakan kota yang belum pernah saya kunjungi. Entah mengapa dua kali jalan-jalan ke Eropa, gak pernah minat ke Jerman. Eh sekalinya ke Berlin jadi nyesal kenapa cuman mengalokasikan waktu cuma semalam. Kotanya cantik dan auranya menyenangkan.

Begitu masuk di perbatasan Netherland-Jerman, sudah tidak ada penanda batas kecepatan. Artinya mobil bisa melaju sekencang-kencangnya. Wajar aja sih, Jerman terkenal dengan produksi mobilnya. Sampai ada 16 merk mobil yang diproduksi oleh negara ini diantaranya Porsche, BMW, Mercedes Benz, Audi, Opel, Volkswagen dan lain sebagainya. Jarak antara Amsterdam dengan Berlin sekitar 668 km tanpa terasa kami tempuh hanya 5jam 30 menit. Itupun sempat menghabiskan waktu mampir di Mcd di salah satu rest area. Mampir di Mcd paling beli kentang, fish fillet atau es krim. Yang lain gak berani. Juga sekalian pipis gratis. Di rest area kebanyakan toilet berbayar.

Tujuan pertama di Berlin adalah ke Hard Rock Cafe buat beli baju kaosnya. Hard Rock Cafe terletak di kawasan Kurfürstendamm, yang merupakan salah satu jalan yang terkenal di Berlin. Terkenal karena jalanan ini dipenuhi dengan berbagai macam cafe, restoran, toko branded.  Surga bagi orang yang gemar berbelanja.

Kami nginap di Park Inn by Radisson di kawasan Alexanderplatz. Kawasan ini merupakan salah satu landmark dimana ada menara Tv Berliner Fernsehturm, pusat transportasi seperti trem, bus, kereta dan banyak pertokoan, cafe/restoran disini. Persis disebelah hotel ada Primark, department store murah meriah. Waktu ngetrip ke Inggris kita banyak belanja di Primark sana. Duh tambah nyesal kenapa cuma semalam di Berlin. Pengen banget masuk ke Primark malam itu, tapi saya lebih memilih cari tempat makan. Anak-anak pada kelaparan. Di samping hotel ada kebab/burger halal sih, tapi anak-anak juga butuh nasi. Berdua dengan Aya berjalan kaki menuju Chickenbuzz yang jaraknya sekitar 1.3km. Jalanan agak gelap tapi gak terlalu sepi. Masih sekitar jam 9 malam. Disana kami pesan  take away popcorn chicken. fries, wings and drums, nasi. Chickenbuzz menurut review waktu itu menyajikan daging ayam halal dan di pintunya ada logo halal. Tapi saat ini saya cek kembali resto ini sepertinya sudah tidak berlabel halal lagi. CMIIW. Di laman FB atofficialchickenbuzz terakhir pake hashtag #halal di bulan April 2018. Anak-anak suka dengan makanannya.

Keesokan paginya kami ready mengexplore Berlin dengan berjalan kaki. Kalo dihitung-hitung estimasinya sekitar 8km jalan kaki dari hotel dengan rute secara berturut-turut:

Berliner Dome

IMG_1357 (3)

Gereja kathedral ini merupakan salah satu landmark utama di Berlin. Kami melewatinya saat akan ke Brandenburg Gate. Bisa naik sampai di Dome untuk mendapatkan pemandangan indah kota Berlin dengan bayar entrance fee kalo gak salah 7Euro. Bersebelahan dengan Museum Island (Museumsinsel) dimana disini terdapat 5 museum.

The Reichstag

IMG_1759

Ini adalah gedung Parlemen Jerman dengan kubah kaca yang juga menawarkan pemandangan keren dari kota Berlin. Sekaligus juga bisa menilik saat anggota parlemen rapat atau sedang melakukan aktivitas bekerja. Sayangnya saya terlambat mengetahui bahwa bisa naik ke kubah kaca ini dengan gratis asal booking online beberapa hari sebelumnya. Jadinya kita hanya berfoto dari luar saja.

Brandenburg Gate

IMG_1385

Gerbang Brandenburg (Brandenburger Tor)  ini merupakan  simbol sejarah kota Berlin dan simbol pemersatu Jerman Barat dan Timur karena didepan gerbang ini terbentang tembok Berlin yang memisahkan kedua negara. Diatas pilar-pilar, ada quadriga atau 4 kuda yang membawa Victoria, dewi kemenangan Romawi. Dari kejauhan dengan berjalan lurus dari Gerbang Brandenburg, tampak Siegessaule yaitu Patung Kemenangan. Kami memutuskan gak kesana langsung berbalik arah menuju arah ke

 

Holocaust Memorial.

Kami menemukan plat besi dijalan bergambar Gorbachev. Jadi katanya Gorbachev dengan kebijakan tentang  “glasnost” (keterbukaan) dan “perestroika” (reformasi) yang menginspirasi warga Jerman Timur untuk segera bersatu.

Holocaust Memorial, yang dibuat untuk mengenang terjadinya holocaust yaitu pembantaian besar-besaran terhadap kurang lebih 6 juta orang Yahudi selama Perang Dunia II. Pembantaian yang dilakukan oleh Nazi yang dipimpin Hitler. Ada sekitar 2711 prasasti yang berbentuk kotak-kotak beton.

Berlin Wall at Postdamer platz.

90d87d7a-b9d0-4739-9050-1c8c245fb6d5

Hanya sedikit yang tersisa dari Tembok Berlin dan ada beberapa tempat di Berlin untuk mengenang Tembok Berlin yang dulunya terbentang 168km membelah Jerman menjadi dua dari tahun 1961 sampai dengan tahun 1989. Salah satunya adalah yang di Postdamer Platz. Postdamer Platz adalah yang terdekat dari rute kami. Di dekatnya ada  Starbucks which is jadi tempat kami menghangatkan diri sebentar kemudian numpang pipis.

Ternyata sisa-sisa reruntuhan tembok Berlin banyak dipajang di hampir seluruh di dunia sebagai kenang-kenangan termasuk Indonesia yang memajang 4 potongan Tembok Berlin di Taman Kalijodo.

Check point Charlie

Checkpoint Charlie ini dulunya adalah merupakan salah satu dari 9 gerbang perbatasan tembok Berlin. Gerbang ini dikhususkan untuk tentara sekutu dan foreigners. Checkpoint yang ada sekarang hanya replikanya saja, diapit sama KFC dan Mcd. Didekatnya ada pembatas jalan berupa papan informasi terkait Tembok Berlin dan Checkpoint Charlie. Kami gak lama disini, membeli beberapa souvenir kemudian berjalan kembali ke hotel. Sebenarnya tidak jauh dari sini ada Topography of Terror yaitu lokasi bekas markas Nazi yang kemudian dibangun kembali menjadi museum dan juga memanfaatkan sebagian Tembok Berlin sebagai tempat pameran. Ada baiknya sempatkan kesini jika cukup waktu karena keliatannya cukup menarik dan free.

Rasanya belum puas di Berlin, masih pengen explore eh sudah harus berangkat lagi. Someday saya juga ingin ke Hamburg, Munich atau kota-kota lainnya. Saya pernah menerima tamu nginap yang berasal dari Hamburg. Dia datang berlibur ke Indonesia hanya ngabisin sebulan khusus di Togean, Palu dan Toraja. Saya dan teman-teman kantor sempat ngajak dia berpetualang ke Danau Lindu. Cerita selengkapnya baca disini dan disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s