Negara mungil bernama San Marino

img_0105

Breathtaking views of San Marino

Saat menyusun itinerary ke Eropa, saya baru tahu bahwa selain Vatican masih ada negara lain dalam Italia. San Marino, merupakan negara republik konstitusional tertua di dunia terbentuk pada tahun 301. Luasnya hanya 10% dari luas wilayah Jakarta.  Saat ada yang posting tentang keindahan kota ini di salah satu milis, saya tertarik untuk kesini. Entry point ke San Marino adalah dari Bologna. Kebetulan emang kita dari Athens  terbang ke Bologna trus rencananya lanjut naik kereta ke Venice, tempat pemberhentian terakhir kami sebelum terbang kembali ke Jakarta. Jadilah kami berencana untuk melipir ke San Marino, tapi liat sikon. Jika itinerary berjalan lancar, dan gak ada hambatan seperti ketinggalan pesawat atau peristiwa darurat lainnya barulah kami akan memutuskan jadi tidaknya ke San Marino. Alhamdulillah, semuanya berjalan sesuai keinginan. Saya baru beli tiket kereta dari Bologna ke Rimini saat di Athena. Sebenarnya agak galau juga, karena kalo berhitung waktu, kami akan punya waktu di San Marino sangat pendek sekali. Perjalanan ke San Marino cukup panjang, Bologna naik kereta dulu ke Rimini, trus naik bis ke San Marino. Tapi keinginan untuk kesini kuat banget, sayang untuk dilewatkan. Sekaligus ini jadi challenge. Belum lagi saya gak mendapatkan informasi yang pasti dimana mau nitip barang. Yah mari ambil risiko. Continue reading

Daytrip di Athens

13247722_10207034315158800_1408230424663902203_o

Udah kayak kutu loncat saja saya ini. Loncat sana loncat sini. Nyaris tiap hari berganti negara. Greece merupakan negara ke enam yang dikunjungi pada hari ketujuh di Eropa. Emang sih gak efektif cuman sehari aja di 1 negara, praktis hanya bisa mengunjungi tempat yang paling utama dan wajib bagi traveler. Ngefek juga ke biaya perjalanan. Tapi seperti yang saya bilang di beberapa postingan sebelumnya, sebagai kuli kantor saya hanya mengandalkan cuti tahunan. Itu pun sangat susah jika mau diambil sekaligus. Trus jalannya selalu rame-rame, yang harus memadukan berbagai keinginan. Sekalian pula ngetes endurance untuk jalan maraton kayak gini.

Greece nyaris diskip, kalkulasi biaya cukup mahal apalagi gak ada pesawat low cost dari Barcelona ke Athens, dari Athens ke Venice tempat tujuan terakhir juga mahal gak ada yang langsung. Itinerary yang saya susun sempat mandeg beberapa hari. Akhirnya ketemu rute terbaik dan lebih murah, ada banyak LCC dari Barcelona ke Roma dan juga dari Roma ke Athens, baliknya dari Athens ke Bologna trus lanjut naik kereta ke Venice. Sempat galau lagi, apa langsung ke Santorini ngabisin 2 hari disini atau dibagi sehari di Athens sehari di Santorini. Di Athens ada Acropolis yang sayang banget untuk dilewatkan. Akhirnya dari Roma terbang pagi banget ke Athens, tengah malam lanjut terbang ke Santorini. Continue reading

Wara-wiri dengan budget airlines di Eropa

Itinerary yang jauh-jauh memaksa saya harus menggunakan budget airlines dalam perjalanan ke Eropa beberapa waktu lalu. 6xterbang dalam wilayah Eropa dalam 11 hari. Hemat dan cepat. Contoh Paris-Barcelona 20jam jika naik bis harga 14 Euro (harga promo), 6jam naik TGV (kereta) tapi harganya diatas 100Euro, naik pesawat 2 jam harga sekitar45Euro.

Pilihan maskapai pun sangat beragam. Hanya saja semakin murah harga tiket, jam terbangnya pun kebanyakan di jam-jam ajaib seperti pagi-pagi sekali atau berangkat tengah malam. Pusing juga mengatur itinerary seperti ini, harus banyak-banyak melakukan riset berkaitan pemilihan transportasi dari bandara ke penginapan, pemilihan penginapan atau mengambil keputusan nginap di bandara. Gak lucu kan tengah malam tiba, tapi setengah mati kesana kemari nyari penginapan yang dituju. Atau kalo berangkat pagi-pagi, yang dicari adalah adalah kemudahan akses transportasi dari penginapan ke bandara. Atau informasi apakah bandaranya termasuk sleeping friendly airport. Seperti waktu terbang dari Barcelona ke Rome,  pada jam 3 malam kami cuma 2 menit jalan kaki dari hostel ke halte bus ke airport (pesawat jam 6pagi). Begitu juga sewaktu terbang dari Rome ke Athens, pesawat jam 6 pagi juga, satu-satunya cara adalah naik taxi karena bus ke bandara adanya mulai jam 4pagi, belum lagi harus ngantri naik bus dan ke airport lamanya 45 menit. Jadi saya memilih hostel yang dekat dengan stasiun kereta, banyak alternatif dan pastinya banyak taxi mangkal. Athens-Santorini terbangnya tengah malam, sudah gak ada bus ke kota, jadi begitu tiba di airport Santorini langsung keluar menuju ke tempat mangkal taxi untuk menghindari rebutan taxi dengan penumpang lain. Santorini-Athens juga tengah malam, trus pesawat lanjutan kita ke Bologna jam 9pagi, jadilah kami tidur-tidur ayam saja di bandara. Continue reading

The Joy of Eiffel

IMG_7946

Di hari ketiga, kita udah nyampai di negara ketiga. One day one country. Sebenarnya bisa dibuat lebih dramatic seperti sarapan di Amsterdam, makan siang di Brussel dan makan malam di Paris. Hehehe.  Ninggalin Amsterdam jam 11pagi, tiba di Brussel jam 2 siang. Ada jadwal Megabus jam 18.00 berangkat dari Brussel tiba jam 22.30 di Paris. Tapi kami memilih naik bus jam 01.25 tiba jam 6 pagi supaya bisa maksimal waktu day trip di Brussel dan sekalian nginap di bus menghemat biaya.

Di Paris cuman sehari saja. Sesuai dengan kesepakatan untuk kota yang sudah pernah saya kunjungi cukup dijatah satu hari saja. Yang penting bagi first timer, sah ke Eropa bila sudah berfoto dengan Eiffel yang asli. 3 tahun lalu, saya pernah disini 3 hari dan puas mengunjungi hampir semua tempat yang direkomendasikan. Udah naik tangga di Menara Eiffel, ke Louvre Museum, ke istana Versailles seharian, ke Galeri Lafayettes dan masih banyak tempat yang lain. Yang belum adalah Moulin Rouge karena gak nemu dan Disneyland karena emang gak niat kesana. Continue reading

Daytrip in Brussel

20160506_213945

Pendar-pendar lampu di Grand Place

Tiba di Brussel, yang pertama kali kami lakukan adalah mencari info locker atau luggage storage di Stasiun Gare du Nord. Kali-kali saja ada. Soalnya info yang saya dapat luggage storage locker hanya ada di Brussel Central, 1 stasiun dari Stasiun Gare du Nord. Ternyata benar ada, kami cukup menyewa 2 locker besar (@5Euro) untuk 8 koper dan masih ada space untuk barang-barang printilan.

Kami juga membeli one day ticket 7.5 Euro untuk berkeliling Brussel. Kebanyakan tempat wisata berdekatan dan bisa dicapai dengan berjalan kaki dari Brussel Central. Old town hanya terbuka untuk pejalan kaki.

Tempat-tempat yang kami kunjungi dalam 10 jam adalah sebagai berikut: Continue reading

NAIK MEGABUS AMSTERDAM-BRUSSEL-PARIS

Salah satu cara termurah keliling Eropa adalah dengan naik bus. Jika rajin memantau tiket promo, bisa dapat bus antar kota hanya seharga 1 Euro. Lebih murah dari ongkos pipis di toilet umum di Venice, hehehe.

IMG_7723

Megabus

Saya sih gak berhasil dapat tiket bus harga segitu. Amsterdam-Brussel 4.5Euro dengan lama perjalanan 3 jam, Brussel-Paris 6Euro dengan lama perjalanan 5jam. Belinya bukan pas saat tiket untuk tanggal yang saya inginkan sudah available dibeli. Mungkin pas buka pertama harganya bisa 1Euro, namun saya belinya 10hari sesudah tiket sudah available dibeli. Atau bisa jadi tergantung hari, tiket weekend cenderung lebih mahal di banding tiket weekdays. Tiket dapat dibeli 45 hari sebelum keberangkatan. Tapi harga segitu juga tetap terasa murah. Harga kebab saja 4.5Euro. Amsterdam-Brussel naik kereta paling murah 26Euro, lama perjalanan 2jam. Brussel-Paris naik kereta paling murah 52Euro, lama perjalanan 1jam 22 menit. Hematnya berasa, terlebih kami sudah tidak perlu mengeluarkan biaya nginap, karena nginap di bus Brussel-Paris. Continue reading

MENENTUKAN ITINERARY EURO TRIP

13115936_10206972540134463_4382560149698035411_o

Negara di Eropa jumlahnya 56 negara terdiri dari 50 negara berdaulat penuh, 4 negara dengan kedaulatan terbatas (hanya beberapa negara lain mengakui negara tersebut) dan 2 negara tidak diakui (tapi dapat disebut negara). Dari 56 negara tersebut, sebanyak 26 negara menandatangani Perjanjian Schengen di tahun 1985 dengan tujuan menghapus batas internal antar negara dan tidak membatasi pergerakan orang, barang, jasa dan modal serta bersama-sama memperkuat sistem peradilan umum dan kerjasama kepolisian. Siapa saja bebas beraktivitas dalam negara yang termasuk zona Schengen. Diperbatasan darat antar negara, laut maupun udara sudah tidak ada lagi  pemeriksaan imigrasi kecuali dalam kondisi khusus/darurat. Pemeriksaan imigrasi hanya dilakukan pada saat pertama kali masuk ke Schengen Area dan pada saat keluar dari Schengen Area.

Terbang antar negara Schengen sudah berasa kayak terbang dari Jakarta ke Makassar saja. Pemegang paspor Indonesia cukup mengajukan aplikasi visa Schengen di salah satu kedutaan negara yang akan paling lama dikunjungi. Sayang Inggris belum mau join Perjanjian Schengen ini, jadi terpaksa harus mengajukan visa sendiri. Bagi saya yang domisilinya di luar Jakarta jadi ribeut jika mau ke Schengen Area plus ke Inggris. Ke Jakarta harus 2x, urus visa Schengen dulu setelah beres datang lagi untuk urus visa Inggris. Jadi saya memutuskan nanti saja ke Inggris, biar menjadi episode travelling tersendiri dan lebih puas disana. Berharap ada tiket promo ke Inggris buat tahun depan. Amin. Continue reading

Harmony

IMG_6054

It is always a pleasure to see the joy of children playing, make harmony and united with the beautiful nature. They are so free, and I don’t want to disturb them. Even though their new outfit turns to dirty.

Taken on Ied Al-Fitr day few years ago at Manipi, my husband home village.

Weekly Photo Challenge: Harmony
 

REALISTIC RESOLUTION

1913311_10205978078673548_8240607781002860353_o

stock buku-buku yang belum dibaca. Udah lama dibeli, tapi belum sempat dibaca

Memasuki tahun 2016, kali ini saya punya resolusi yang tertulis. Pengen coba untuk mewujudkannya dan pengen coba melakukan evaluasi di akhir tahun.  Dulu-dulu gak serius memikirkannya, jadi gak jelas juga apa hasil dan evaluasinya. Nah ini, saya coba bikin resolusi pake prinsip SMART, terinci (Spesific), dapat diukur (Measurable), dapat dicapai (Achievable), Realistis (Realistic), berbatas waktu (Time Frame).

Tesis selesai sebelum bulan Maret. Ini jadi top priority. Udah kelamaan gak kelar-kelar. Dulu narget selesai di bulan Juni tahun lalu, kemudian tertunda terus. Saya masih lebih fokus ke urusan berkaitan dengan orang banyak seperti kinerja kantor dan travelling. Gak bisa lagi ngatur fokus untuk hal yang berkaitan kepentingan pribadi. Travelling mengalahkan keinginan penyelesaian tesis ini karena saya jalan berombongan dan saya trip leadernya. Padahal sadar bahwa argonya jalan terus. Entah berapa kali SPP yang harus saya bayar nih. Saya udah selesai kuliah tatap muka sejak setahun lalu, cuman tesisnya gak dikerja. Semangatttt.

Sukses travelling. Travelling tetap jalan terus dong. Saya gak bisa kalo gak punya stock tiket. Januari ini, mau umrah mandiri (umrah backpacker), beli tiketnya persis setahun lalu. Mei, juga udah punya tiket, belinya juga di tahun lalu. Dan saya masih pengen hunting tiket buat berangkat di bulan Oktober, tujuannya tergantung tiket promo apa yang didapat. Bisa jadi ke Beijing, New Delhi, Maldives ataupun tempat lainnya. Dan berharap bisa dikasih cuti dengan mulus dangak ada kendala kerjaan dan diklat di tanggal-tanggal bertepatan dengan tiket yang sudah terbeli. Trus mudah-mudahan terwujud juga pergi ke Gunung Kelimutu, Labuan Bajo, Derawan atau Karimun Jawa. Minimal 2 tempat diatas dalam tahun ini.

Continue reading