7 TEMPAT YANG WAJIB DIKUNJUNGI DI TORAJA

toraja

Senja di Kete’ Kesu

Seakan gak puas dengan Japan Trip, beberapa teman yang ikut pada trip tersebut datang ngunjungin saya di Palopo sekalian jalan-jalan ke Toraja. Padahal baru jalan 2minggu sesudah perjalanan kami ke Jepang. Hihihi. Dikunjungin, saya tentu saja senang. Tidak mudah mengajak orang berkunjung ke Palopo. Mikirnya panjang, sepanjang 400km perjalanan dari Makassar ke Palopo lewat darat. Alternatif lain bisa juga naik pesawat dari Makassar yang hanya ada 2x seminggu, pesawat jenis twin otter kapasitas 10 orang. Kalau saya lebih memilih naik darat, sesekali nyetir sendiri.

IMG_5476

Di Tongkonan, rumah adat Toraja. Lokasinya dekat baby grave Kambira. Ini semacam rumah keluarga besar. Rumah ini dijadikan sebagai pusat kegiatan keluarga besar tersebut, rapat/pertemuan ataupun upacara. Membangunnya pun patungan antar keluarga, dibangun tahun 2008 menghabiskan dana sekitar 800juta.  What amazing toraja carving.

Sejak pindah tugas di Palopo, gak terhitung sudah saya ke Toraja. Kebanyakan karena urusan kerjaan, Toraja masuk wilayah kerja kantor saya. Tapi kalo lagi kerja ya kerja aja, maless campur aduk. Palopo-Rantepao Toraja 55 km, waktu tempuh 2 jam dengan kondisi jalanan gak ada lurus-lurusnya.

Untuk tujuan jalan-jalan happy, ini baru yang ketiga. Masih ada beberapa tempat yang belum saya datangi di Toraja, sekalian aja di datangin yaitu baby grave Kambira dan Bori Kalimbuang.

Supaya lebih efisien waktu, jika dimulai dari Makale maka urutan kunjungan adalah sebagai berikut:

Baby grave Kambira. Kuburan bayi di pohon Tarra bagi bayi yang meninggal sebelum giginya tumbuh. Dibuatkan lubang di pohon Tarra kemudian bayi dimasukkan didalam lubang tersebut kemudian ditutup dengan ijuk.

Londa. Beberapa kali ke Londa saya gak pernah mau masuk ke dalam gua, berasa horror dan gak nyaman dekat banget dengan tengkorak. Kali ini saya mau masuk, tapi gak mau difoto di dalam gua tersebut. Dan gak mau terlalu jauh karena harus jalan membungkuk di dalam gua kemudian tembus di gua sebelah. Oleh pembawa lampu yang berfungsi sebagai guide, kami ditunjukkan 2 tengkorak yang berdekatan, katanya itu sepasang kekasih yang bunuh diri karena cinta-cintanya gak direstui.

Lemo. Kuburan yang berada diatas tebing yang dipahat untuk menaruh jenazah.

20151017_175348

Lemo

20151017_170956

Kete’ Kesu

Kete Kesu merupakan desa wisata yang menjadi pusat berbagai kegiatan adat Toraja. Lovely Desember yang menjadi program Pemerintah Daerah dipusatkan disini. Di dalam Kete Kesu terdapat peninggalan purbakala berupa kuburan batu yang diperkirakan berusia 500 tahun lebih. Kubur batu  ada yang menyerupai perahu, kerbau atau babi menyimpan sisa-sisa tengkorak dan tulang manusia. Hampir semua kubur batu diletakkan menggantung di tebing atau gua. Ada juga yang tergeletak di samping tangga. Beberapa makam ditutup dengan jeruji besi, rupanya pernah terjadi pencurian tau-tau (patung kayu dibuat menyerupai bangsawan yang meninggal.

Pasar Bolu. Tempat ini belum kesampaian di kunjungi meski selalu lewat. Kalo mau menuju Bori Kalimbuang dan Batutumonga akan melewati pasar ini. Namun ada waktu tertentu untuk mengunjungi pasar ini yaitu setiap 6 hari sekali, disini dapat dilihat aktivitas jual beli tedong atau kerbau. Kerbau dan babi merupakan 2 hewan yang tidak terpisahkan dalam budaya Toraja. Kerbau ada kastanya berdasarkan corak warnanya. Yang termahal adalah tedong saleko, kulit dengan warna dasar putih serta belang hitam,dengan tanduk kuning gading serta bola mata berwarna putih. Harganya bisa sampai semilyar.

Tedong saleko. sumber foto: disini

Bori Kalimbuang. Adalah situs megalith yang berisikan 102 menhir berbagai macam ukuran, yang digunakan sebagai tempat upacara pemakaman. Berada di desa Bori Kec Sesean, harus banyak bertanya karena penanda jalan menuju tempat ini gak ada. Tempat ini searah dengan ke Batutumonga, pas ada pertigaan belok ke kiri.

20151018_173848

Bori Kalimbuang

20151018_173303

Bori Kalimbuang

Batutumonga. Mengunjungi Batutumonga di musim kemarau berdampak kepada keindahan alamnya. Kering kerontang dan gak hijau, jadinya gak terlalu cantik viewnya. Kami mampir ke Mentirotiku Guest House n Cafe, satu-satunya tempat yang representatif disana untuk sekedar minum kopi dan menikmati pisang goreng keju.

Untuk referensi tempat makan halal, di Makale biasanya saya makan di RM Idaman di jalan Merdeka (jalan utama) samping Masjid Raya Makale. Menunya macam-macam, mulai dari nasi campur, soto ayam, ikan goreng tepung, ikan mas dll.  Di Rantepao, RM Satria Desa yang hanya menyediakan ayam kampung goreng dan sop ayam. Atau pilihan lainnya di Rantepao adalah RM Penyet Ria. Sebenarnya sudah banyak tempat makan halal disana, 3 tempat diatas merupakan yang paling sering jadi tempat makan saya dan termasuk yang paling rame juga disana.

Saya masih penasaran untuk menyaksikan langsung upacara adat Rambu Solo dan naik gunung Sesean di Toraja. Mudah-mudahan kesampaian sebelum saya mutasi lagi.

Baca juga: Buttu Kabobong dan Toraja dan Apa yang Kau Cari di Batutumonga?

 

Advertisements

7 thoughts on “7 TEMPAT YANG WAJIB DIKUNJUNGI DI TORAJA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s