Barusan baca headline berita koran lokal di Makassar, sekitar 70 calon jamaah umrah terlantar di Kualalumpur gegara maskapai yang mau dipakai untuk memberangkatkan mereka sudah tidak beroperasi sejak 3 bulan lalu. Lho? Sebelumnya sempat baca berita 800 calon jamaah umrah gagal berangkat gara-garanya travelnya bangkrut. Dana uang muka yang di kumpulkan rupanya diinvestasikan ke bisnis batubara dan industri batu bara mengalami krisis. Gak kebayang, niat indah melihat Baitullah buyar seketika. Umrah seperti ini biasanya menawarkan paket hemat umrah 14-18juta, cukup DP 5 juta dan dijanjikan berangkat satu tahun kemudian. Sistem seperti ini cukup riskan karena rentang waktu yang lama dan sepenuhnya menggantungkan harapan berangkat pada travel tersebut. Lebih baik, jika punya dana, lakukanlah segera meski harga sedikit mahal namun langsung berangkat.
Alternatif lain, ada cara hemat untuk berumrah yang sekarang semakin hits yang dikenal umrah backpacker. Baca postingan sebelumnya: Umrah Backpacker Hemat dan Mudah.
Ada juga yang masih mempersepsikan umrah backpacker itu adalah nenteng ransel sambil beribadah umrah. Hihihi. Padahal sama saja dengan umrah regular, tapi sebagian prosesnya bisa kita handling sendiri seperti pembelian tiketnya dan mengurangi komponen-komponen biaya yang tidak perlu. Tetap menginap di hotel, cuman pemilihan hotel disesuaikan dengan budget yang diinginkan.
Sederhananya proses umrah backpacker adalah sebagai berikut:

Umrah backpacker memberikan kepastian berangkat. Langkah awal umrah backpacker adalah membeli tiket terlebih dahulu, jadi sudah tau tanggal pasti untuk berangkat. Kapan pun sebenarnya bisa berangkat. Cuman semakin jauh rentang waktu pembelian tiket dengan tanggal keberangkatan, biasanya harga tiket lebih murah. Trus gimana caranya menyamakan jadwal dengan calon jamaah lain? Melalui social media Facebook sudah ada beberapa group yang memberikan informasi mengenai umrah backpacker termasuk jadwal umrah backpacker, contohnya Grup ‘Ayo ke Mekkah’, ‘Pemburu Tiket Umrah’ dan sebagainya. Sisa memilih mana jadwal yang cocok, atau bisa juga membentuk grup sendiri jika akan pergi berombongan. Satu grup maksimal 45 orang sesuai dengan kapasitas maksimal 1 bis. Pada saat saya berumrah backpacker pertama kali, grup kami hanya 13 orang, nah yang kedua kalinya lebih banyak sekitar 27orang.
Setelah punya tiket, langkah berikutnya mempersiapkan dana untuk biaya selama berada di Arab Saudi atau yang dikenal dengan Land Arrangement (LA). Hanya fasilitas yang diinginkan saja yang bisa masuk komponen biaya Land Arrangement agar biaya bisa ditekan sehemat mungkin. LA standar antara lain: Biaya Visa, Biaya transportasi selama disana (Jeddah-Madinah, Madinah-Makkah, Makkah-Jeddah), City Tour di Madinah dan di Makkah, Muthawwif (pembimbing), Hotel (3malam di Madinah, 6 malam di Makkah), Zamzam 5 liter. Makan bisa masuk komponen LA, bisa juga tidak. Tergantung kesepakatan grup, mau catering, masak sendiri atau jajan. Bedanya dengan umrah regular paling di biaya penanganan bagasi dan souvenir-souvenir seperti seragam, mukena, koper. LA tanpa makan berkisar USD450-550 dengan pilihan hotel di Makkah sekitar 600-700m dari Masjidil Haram, di Madinah sekitar 150meter. Pembayaran LA biasanya 1-2 bulan sebelum keberangkatan bersamaan penyetoran dokumen untuk pengurusan visa. Pemilihan travel juga baru dilakukan 1-2bulan sebelum keberangkatan, jadi relatif lebih aman untuk mengetahui track record atau update travel agent .
Total biaya umrah bisa saja berbeda satu dengan yang lainnya meski 1 grup, tergantung harga tiket pesawat. Tiket pesawat baru bisa dibilang murah jika harganya berkisar 5-8juta rupiah. Total biaya umrah backpacker ini bisa mencapai 1/2 harga dari biaya umrah regular. Lumayan banget kan? 2x saya berumrah backpacker ini, rata-rata sekitar 14jutaan.
Umrah backpacker ini cocoknya bagi yang pengen umrah dengan budget pas-pasan atau pengen berumrah ramai-ramai dengan keluarga secara hemat. Gak cocoklah bagi yang mengutamakan fasilitas serba wah atau pengen terima beres. Ada harga ada mutu. Toh begitu masuk mesjid, sudah tidak ada perbedaan. Semua sama di mata Allah.
Yuk, Umrah Backpacker

Leave a comment