Masak nasi pake microwave

Travel Cooker yang kita bawa juga tidak mau berfungsi di hostel di Barcelona. Power listrik di kamar jadi down. Saya kemudian ke pantry, kali-kali aja daya listrik disana lebih tinggi ketimbang di kamar. Nyoba semua colokan di pantry itu malah bikin power listriknya juga down. Travel cooker itu butuh daya 450watt masa sih lebih besar ketimbang dayanya kulkas dan microwave yang ada di pantry tersebut. Gak ada kompor di pantry tersebut, cuman ada 3 microwave dan 1 kulkas. Saya udah pengen buang aja travel cooker, menuh-menuhin koper tapi gak bisa digunakan. Itu travel cooker yang ketiga yang saya beli. Yang pertama, sudah tamat riwayatnya setelah 5 tahun menemani berkeliling dunia, Yang kedua, sukses dipakai di Jepang tapi rusak ketika dipakai di Arab Saudi saat umrah. Penyebabnya karena saya lupa mengganti voltase 110v (di Jepang 110 V) ke 220V. Saya sempat beli kompor listrik di Madinah agar bisa tetap masak nasi. Tapi itu gak dibawa ke Eropa karena bentuknya gak praktis, makan tempat makanya beli travel cooker lagi. Continue reading

The Joy of Eiffel

IMG_7946

Di hari ketiga, kita udah nyampai di negara ketiga. One day one country. Sebenarnya bisa dibuat lebih dramatic seperti sarapan di Amsterdam, makan siang di Brussel dan makan malam di Paris. Hehehe.  Ninggalin Amsterdam jam 11pagi, tiba di Brussel jam 2 siang. Ada jadwal Megabus jam 18.00 berangkat dari Brussel tiba jam 22.30 di Paris. Tapi kami memilih naik bus jam 01.25 tiba jam 6 pagi supaya bisa maksimal waktu day trip di Brussel dan sekalian nginap di bus menghemat biaya.

Di Paris cuman sehari saja. Sesuai dengan kesepakatan untuk kota yang sudah pernah saya kunjungi cukup dijatah satu hari saja. Yang penting bagi first timer, sah ke Eropa bila sudah berfoto dengan Eiffel yang asli. 3 tahun lalu, saya pernah disini 3 hari dan puas mengunjungi hampir semua tempat yang direkomendasikan. Udah naik tangga di Menara Eiffel, ke Louvre Museum, ke istana Versailles seharian, ke Galeri Lafayettes dan masih banyak tempat yang lain. Yang belum adalah Moulin Rouge karena gak nemu dan Disneyland karena emang gak niat kesana. Continue reading

Ibis Budget Hotel Porte D’Orleans Paris

20160507_092416

otw Metro Porte D Orleans, latar belakang adalah hotel Ibis Budget

Busnya tiba di Paris lebih cepat 15 menit. Tempat turun Megabus hanya tempat parkir mobil di bawah jalan. Masih gelap. Minta advice sama penumpang lain yang kelihatannya orang lokal, apakah boleh mencegat taxi di sekitar tempat parkir itu. dia cuma bilang tidak mudah dapat taxi disini, tapi coba saja. Karena bingung, kami mengikuti arus penumpang yang berjalan ke stasiun Metro Bercy. Di dekat Metro itu ada halte untuk taxi. Saya memilih untuk naik taxi ketimbang naik Metro. Informasi yang saya dapatkan, naik metro 2x nyambung dan kemudian jalan kaki sekitar 500meter. Daripada ribet, apalagi kami berdelapan kan, pas untuk naik taxi berempat-berempat. Satu taxi datang mendekat, saya minta tolong dipanggilkan 1 taxi yang lain supaya bisa jalan berbarengan. Driver itu bilang, tunggu saja taxi yang lewat berikutnya. Dia akan menunggu sampai ada taxi berikutnya. Eh belum datang taxi lainnya, dia malah pergi. Jadi kami pun sepakat, berikutnya begitu dapat taxi langsung saja berangkat. Gak perlu tunggu-tungguan. Taxi dari stop-an Megabus di Bercy ke hotel ini sekitar 20Euro. Continue reading

NAIK MEGABUS AMSTERDAM-BRUSSEL-PARIS

Salah satu cara termurah keliling Eropa adalah dengan naik bus. Jika rajin memantau tiket promo, bisa dapat bus antar kota hanya seharga 1 Euro. Lebih murah dari ongkos pipis di toilet umum di Venice, hehehe.

IMG_7723

Megabus

Saya sih gak berhasil dapat tiket bus harga segitu. Amsterdam-Brussel 4.5Euro dengan lama perjalanan 3 jam, Brussel-Paris 6Euro dengan lama perjalanan 5jam. Belinya bukan pas saat tiket untuk tanggal yang saya inginkan sudah available dibeli. Mungkin pas buka pertama harganya bisa 1Euro, namun saya belinya 10hari sesudah tiket sudah available dibeli. Atau bisa jadi tergantung hari, tiket weekend cenderung lebih mahal di banding tiket weekdays. Tiket dapat dibeli 45 hari sebelum keberangkatan. Tapi harga segitu juga tetap terasa murah. Harga kebab saja 4.5Euro. Amsterdam-Brussel naik kereta paling murah 26Euro, lama perjalanan 2jam. Brussel-Paris naik kereta paling murah 52Euro, lama perjalanan 1jam 22 menit. Hematnya berasa, terlebih kami sudah tidak perlu mengeluarkan biaya nginap, karena nginap di bus Brussel-Paris. Continue reading

MENENTUKAN ITINERARY EURO TRIP

13115936_10206972540134463_4382560149698035411_o

Negara di Eropa jumlahnya 56 negara terdiri dari 50 negara berdaulat penuh, 4 negara dengan kedaulatan terbatas (hanya beberapa negara lain mengakui negara tersebut) dan 2 negara tidak diakui (tapi dapat disebut negara). Dari 56 negara tersebut, sebanyak 26 negara menandatangani Perjanjian Schengen di tahun 1985 dengan tujuan menghapus batas internal antar negara dan tidak membatasi pergerakan orang, barang, jasa dan modal serta bersama-sama memperkuat sistem peradilan umum dan kerjasama kepolisian. Siapa saja bebas beraktivitas dalam negara yang termasuk zona Schengen. Diperbatasan darat antar negara, laut maupun udara sudah tidak ada lagi  pemeriksaan imigrasi kecuali dalam kondisi khusus/darurat. Pemeriksaan imigrasi hanya dilakukan pada saat pertama kali masuk ke Schengen Area dan pada saat keluar dari Schengen Area.

Terbang antar negara Schengen sudah berasa kayak terbang dari Jakarta ke Makassar saja. Pemegang paspor Indonesia cukup mengajukan aplikasi visa Schengen di salah satu kedutaan negara yang akan paling lama dikunjungi. Sayang Inggris belum mau join Perjanjian Schengen ini, jadi terpaksa harus mengajukan visa sendiri. Bagi saya yang domisilinya di luar Jakarta jadi ribeut jika mau ke Schengen Area plus ke Inggris. Ke Jakarta harus 2x, urus visa Schengen dulu setelah beres datang lagi untuk urus visa Inggris. Jadi saya memutuskan nanti saja ke Inggris, biar menjadi episode travelling tersendiri dan lebih puas disana. Berharap ada tiket promo ke Inggris buat tahun depan. Amin. Continue reading

ESTIMASI BUDGET KE JEPANG

Estimasi awal biaya perjalanan adalah berkisar 5-6juta. Namun pada saat berangkat, rupiah melemah terhadap Yen (1 Yen=Rp 121). Padahal saat issued tiket di bulan Januari lalu kurs 1 yen= Rp 110. Kemudian perkiraan biaya hotel tadinya diestimasi 350rb/malam/orang, kena 650rb/mlm/orang. Tiket transportasi osaka-tokyo juga melonjak 2x lipat. Sebenarnya sempat ngeliat promo Jetstar Osaka-Tokyo 450ribu-an, namun saya belum mau issued kalo visa belum beres. Continue reading

ITINERARY YANGON-BAGAN DAN BIAYA-BIAYA (MYANMAR #7)

20150516_102420

Di bagian akhir, saya selalu membuat rekapan pengeluaran dan itinerary biar kalo ada yang nanya-nanya bisa kilas balik.

Itinerary:

Day 1 Fly to KL. Stay at Tune Hotel KLIA2

Day 2 Fly to Yangon. Sight seeing in Yangon then go to Bagan by night bus

Day 3 Arrive at Bagan. See sunrise, sunset and sight seeing in Bagan then go back to Yangon by night bus

Day 4 Arrive back at Yangon. Sight seeing in Yangon then fly to KL. Stay at Tune Hotel KLIA2

Day 5 Fly back to home town. Some to Makassar, and the others to Jakarta Continue reading

BUDGET SYDNEY-MELBOURNE TRIP 6D/5N

NO URAIAN  BIAYA (SETELAH KONVERSI KE RUPIAH) KETERANGAN
1 Tiket KL-Sydney pp by Air Asia      3,051,000.00
2 Tambahan bagasi Sydney-KL + makan          193,000.00
3 Tiket Mks-KL by Airasia          538,000.00
4 Tambahan beli hot seat            95,000.00
5 Tiket KL-Makassar via Jakarta by Garuda      2,200,000.00
6 Visa      1,653,000.00
7 Airport tax          150,000.00
8 Tiket Sydney Melbourne pp by Tiger Air Australia      1,233,000.00
9 Sharing biaya akomodasi 5 malam, makan, beli roti +buah buat sarapan, transport lokal termasuk transport airport, tiket masuk koala park      3,234,000.00 setara 300aud dirinci: akomodasi 134aud, transport 112aud, koala park 28aud, makan+sarapan 26aud
TOTAL    12,347,000.00

Kurs 1 aud = Rp 10,780, 1RM= Rp 3,640

Pengeluaran terbesar adanya di komponen tiket, apalagi pulang dari KL pake pesawat premium.  Tiket KL-Sydney dibelinya udah lama, Continue reading