Graduation

Wisuda, yeay.

Akhirnya selesai juga setelah 4 tahun berkutat seputar sekolah. Kuliahnya mah enak-enak saja meski berjuang datang kuliah dari 3 tempat yang berbeda. Kuliahnya di Makassar, tapi datang kuliah dari Manado, Pare-pare dan Palopo. Tapi begitu masuk proses tesis dan bersamaan promosi kerjaan, mulailah segalanya melambat. Saya lebih memilih fokus di kerjaan dulu. Kemudian dapat teguran dari kantor kok belum upload ijazah di aplikasi SDM. Jadi saya dapat beasiswa dari kantor buat bayar uang kuliah, dan ternyata hampir bablas kontraknya lewat waktu. Saya masih minta perpanjangan waktu buat ujian. Kampus juga ngasih warning, kalo gak selesai bulan Agustus ini, tagihan SPP bakal semakin tinggi. Baru deh mulai kebut tesis.  Maret: ujian proposal, Mei: ujian hasil , dan Agustus: ujian tutup. Diluar beasiswa saya masih harus nambah penalty SPP sekitar 25juta plus biaya-biaya dalam rangka ujian. Untungnya tata usaha kampus banyak membantu, soalnya waktu terbatas untuk ngurus-ngurus. Senin-Jumat di Palopo dan praktis saya hanya bisa ketemu dosen dan ngurus tetek bengek ujian di Sabtu Minggu saja. Untuk perbaikan tesis, saya sendiri yang harus ketemu 2 dosen pembimbing dan 3 penguji. Tapi untuk distribusi undangan, cetak/jilid tesis, konsumsi, pengurusan ijin ujian tutup sampai pendaftaran wisuda,  tata usaha kampus yang bantuin. Continue reading

Dinascation ke Bali

IMG-20170820-WA0006

Pool at Hard Rock Hotel

Bude kok bisa ketinggalan pesawat? Biasanya bude yang paling bagus manajemen waktunya,   tanya teman dari kanwil. Dan nyaris semua bertanya begitu. Ketinggalan pesawat saat mau rapat se kanwil sulawesi maluku rasanya sesuatu banget. Lagi apes banget. Pesawat jam 6.30pagi  ke Bali. Saya tiba di counter check in jam 6.15pagi. Sebenarnya sisa ambil boarding pas karena saya titip teman untuk minta dicetakkan boarding pass. Sebelumnya sudah web check in, tapi gak sempat nyetak boarding pass. Ini 90% salah saya sih, mepet banget tiba di bandara.  10% sisanya, salah petugas Garuda yang gak mau ngasih boarding pass itu. Pas tiba di counter, sedang ada pengumuman panggilan nama saya. Si Mbaknya gak mau begitu saja ngasih boarding pass, konfirmasi lewat telpon dulu ke petugas boarding dan itu cukup makan waktu. Seandainya langsung ngasih saya bisa ngacir ke atas. Setelah ditolak, saya tetap minta boarding pass tapi bagian kecil untuk petugas sudah diambil. Saat berjalan keatas, kembali ada pengumuman atas nama saya. Tapi begitu nyampe, tetap mereka keukeh bilang saya telat. Mereka bilang jangan patokan ke pengumuman panggilan tersebut. Duh, teganya mereka. Continue reading

Asisten Rumah Tangga

Kadang saya merasa saya salah apa sampai Asisten Rumah Tangga jarang ada yang betah lama-lama tinggal di rumah. Jika dihitung-hitung selama 15 tahun berumah tangga sudah ada sekitar 10 ART yang pernah kerja di rumah. Yang bertahan lebih dari setahun hanya ada 1 ART, selebihnya hanya hitungan hari dan bulan. Saya lebih banyak fight sendiri, keluarga gak ada yang bisa diandalkan sepanjang waktu. Ibu bapak saya sudah gak ada begitu juga ibu bapak mertua.

Kelakuan mereka juga macam-macam. Ada ART yang pembersih banget, tapi kok gak berasa nyaman sama ART yang satu ini. Jadi takut ngotorin, jadi gak bisa selebor. Si ART ini agak sewot kalo kita gak ikut stylenya dia.  Sewotnya gak ditunjukkan melalui kata-kata tapi nyapunya agak kenceng, beres-beres pake bak-buk bak-buk alias bunyi sana bunyi sini. Begitu dia minta berhenti, alhamdulillah. Continue reading

Ketinggalan Paspor

Image result for gambar paspor indonesia

Pernah ketinggalan paspor saat akan berangkat ke luar negeri? Duh, saya mengalami sudah 2kali. Pertama, di Osaka baru sadar kalo ketinggalan di 7 jam sebelum terbang ke Tokyo. Dan ternyata ketinggalannya di Kyoto 60km dari Osaka, sementara saat nyadar ketinggalan paspor udah tengah malam. Cerita lengkapnya disini.

Kedua, di Makassar baru nyadarnya 4jam sebelum terbang ke KL. Ketinggalannya di Palopo, 400km dari Makassar. Padahal tiba di Makassar hari Kamis sore masih anteng sampai Jumat pagi. Baru ketahuan ketinggalan saat ngatur bawaan di ransel. Di Palopo memang gak sempat atur barang, buru-buru ke Makassar tanpa cek and ricek lagi. Continue reading

Berburu Sekolah di Makassar

Tahun ajaran baru tahun ini, anak-anak pindah sekolah di Makassar. Aya sudah kelas 3 SMP sekarang, sementara saya pun udah cukup lama di Palopo. Antisipasi jika saya tiba-tiba mutasi entah kemana, Aya sudah aman sekolahnya. Katanya anak kelas 3 yang mau ujian akan amat sulit urus pindahnya kalo sudah memasuki akhir semester 1. Adiknya, Dede juga akan kelas 1 SMP. Pengennya mereka bisa sekolah di sekolah yang sama. Dan pengen sekolah negeri saja. Selain biaya murah, antisipasi kalo sewaktu-waktu saya mutasi dan mengajak mereka tinggal bersama lagi. Juga saya pengennya mereka lebih berbaur tanpa status sosial, gak usah terlalu eksklusif. Biar mereka itu nolehnya bisa 360derajat, bisa melihat kebawah, keatas atau kesamping.  Continue reading

Rumah Pohon Urongo

 

wp-1487297224049.jpg

View of Tondano Lake from Urongo treehouse

Yogya punya Kalibiru, Sulawesi Utara punya Urongo. View berlatar Danau Tondano ini tidak kalah spektakuler. Emang sih, belum apple to apple. Kalibiru sudah well organized, Rumah Pohon Urongo masih self organized sama penduduk sana. Belum ada tiket masuk, hanya donasi seikhlasnya kecuali titian flying fox 20ribu perorang. Material rumah pohon/view pointnya juga seadanya, dari kayu yang berasal dari pohon sekitar. Meski begitu, tetap cakep dan bolehlah jadi wisata kekinian yang ada di Manado dan sekitarnya.

Continue reading

Gudeg

Gudeg merupakan salah satu makanan favorit saya sekaligus makanan yang paling saya cari jika bepergian. Paling dicari karena merupakan salah satu makanan yang tidak mampu saya bikin. Ribeut bikinnya, gudeg harus dari nangka pilihan, dimasak berjam-jam dengan api kecil, pake daun jati supaya berwarna coklat gelap, bikinnya harus sekalian banyak. Itu baru satu lauk, belum lagi proses pembuatan sambal krecek, telur, ayam. Lauk pelengkap Gudeg yang paling saya suka adalah sambal goreng krecek dan ati amplela. Di Palopo, gak ada yang jualan. Di Makassar, ada 1 tapi semakin kesini semakin kurang pakem dan kurang maknyus. Ada tempat makan gudeg yang baru di Makassar, belum kesempatan mengunjungi atau order online secara Sabtu Minggu malah tempatnya tutup. Belum berjodoh.  Continue reading

Welcoming 2017

15741213_10206462172507882_8104966500689692119_n

Welcoming 2017. New start, recharge energy & fresh again

Ada yang berbeda dengan tahun baru kali ini. Biasanya momen tahun baru dilewatkan di kantor atau di perjalanan. Seingat saya gak pernah dengan sengaja merencanakan pergi bertahun baru di tempat lain. Jika flashback 6 tahun ke belakang; 2011 tahun baru di perjalanan Makassar-Palu sewaktu tugas di Palu, 2012-2013 tahun baru di kantor Manado tanpa ditemani anak-anak karena mereka sekolah di Makassar), 2014 tahun baru di rujab Gubernur Sulut launching perubahan nama kantor setelah itu ke bandara meninggalkan Manado untuk pindah tugas ke Pare-pare, 2015 tahun baru di kantor Palopo, 2016 tahun baru di perjalanan Palopo-Makassar. Pokoknya gak jauh-jauh dari urusan tutup buku kantor. Risiko pekerjaan. Tutup buku dulu, baru pulang dengan pikiran tenang. Pikiran jauh dari rencana cuti atau old&new di hotel. Bahkan saya sudah menset bahwa kalo mau ambil cuti maksimal sampai bulan September. Setelahnya harus fokus menyelesaikan target-target kantor. Continue reading