Solotrip ke Manila (1)

img_2207

Jeepney di Ninoy Aquino International Airport

Selesai dinas di Jakarta, mau langsung pulang ke Makassar kok pengen banget jalan pake paspor. Mumpung ada waktu lowong, Jumat masih terhitung dinas karena hari kepulangan ke Makassar.  Ada waktu Jumat sampai Minggu. Hasil browsing harga tiket ke tempat yang belum pernah saya kunjungi , pilihan mengerucut ke Hanoi, Brunei dan Manila, Saya mutusin ke Manila, pertimbangannya karena ada pesawat direct dan milih ke negara yang belum pernah saya kunjungi buat memenuhi target 3 negara baru setiap tahunnya. Brunei juga belum sih, tapi harus transit yang berarti akan lama di jalan. Tiket pesawat baru beli di hari itu juga. Ada penerbangan direct Jakarta-Manila yang berangkat tengah malam nanti pake Cebu Airlines. Pulangnya Minggu pagi pake Airasia, penerbangan langsung juga. Nyari penginapan dan info-info terkait Manila dilakukan hari itu juga.

Di bandara Soekarno-hatta Terminal 2D saya ke penitipan barang Fesindo. Perintilan yang gak penting selama ngetrip saya satukan ke dalam 1 kantung plastik. Biaya titip barang ukuran small max 11kg adalah 35ribu/24jam.  Saya paling bayar total 105ribu untuk 3 hari. Koper yang saya bawa jadi ringan dan gak kuatir soal berat bagasi kabin sehingga gak perlu beli bagasi check-in.

Pesawat berangkat tepat waktu, gak terlalu padat penumpang. Jadi bisa dapat kursi 1 baris untuk sendiri dan kaki bisa selonjoran.

Tiba di bandara NAIA Terminal 3, waktu menunjukkan hampir jam 6pagi. Saya segera nyari ATM, narik 5000PHP (PHilippines Peso) di atm lokal pake kartu debit mandiri 5000php kena Rp 1,439,000 plus 20ribu biaya admin. Saya juga beli sim card globe, 1Gb data plus sms n telp lokal masa pakai 7 hari seharga 398php. 1 PHP= Rp 291.

 

Untuk transport kekota, saya naik airport bus no 2 tujuan Terminal Edsa bayar 20php. Murah ya, kalo dikurs gak sampai 6ribuan. Di Terminal Edsa jalan kaki ke stasiun LRT. Dekat sih, tapi gak nyaman karena harus naik turun tangga. Untung koper ringan. Beli tiket di mesin seharga 20 php, proses belinya cukup gampang, sangat mudah dimengerti. Sampai di stasiun Carriedo lanjut jalan kaki sekitar 700m. Sempat disorientasi arah terutama saat di Underpass dekat Quiapo church. Underpass penuh dengan jualan dan banyak exitnya.  Saat itu jalanan di sekitar Quaipo Church penuh dengan orang, lagi ada perayaan di gereja. Saya bolak balik sambil bertanya sana sini sampai bisa tiba di hostel. Sebenarnya bisa naik grab saja dari Bandara, tapi saya pengen merasakan jalur yang merakyat dulu. Ntar pulangnya aja naik grab ke bandara.

img_2224
Saya milih nginap di 8hostel di Quiapo. Kali ini gak pake lama mikir mau nginap dimana secara saya sendirian. Cukup baca review dari 1 sumber. Barusan kali ini solo trip, biasanya rame-rame dan untuk milih 1 penginapan perlu 1 harian pertimbangannya agar mendekati kebutuhan dan keinginan kawan-kawan. Baca review bisa sampai berlembar lembar, dari banyak sumber dan pake opsi abcd sebelum mengambil keputusan. Kalo untuk saya sendiri, cukup kamar bersih, gak ada review negatif dan terhitung dekat dari mana-mana. 8hostel dekat dengan masjid, banyak makanan halal, dekat dengan quiapo church, dekat dgn pasar dan underpass yang penuh dengan jualan dan 1 gedung dengan 7-11. Female dorm sekamar berdelapan cuman 918php atau sekitar 250ribu sudah untuk 2 malam. Tanpa sarapan. Tempat tidur susun dengan kasur tipis selebar 90cm. Kamar bersih, setiap tempat tidur pake tirai.  Kamar mandi di dalam kamar terdiri dari 1shower dan 1 toilet. Ada loker dalam kamar sisa siapkan gembok. Air minum dan air panas bisa di ambil di dispenser di resepsionis. Lingkungannya aja yang sedikit crowded apalagi pake public transport, menuju hostel ini melewati banyak pasar. Beruntung, datang jam 9 pagi bisa langsung masuk kamar. Lumayan bisa rehat  sejenak sampai 1 siang. Di kamar, cuma ada 1 orang philipines yang keliatannya udah lama tinggal di kamar itu.

 

Hari itu, saya nyoba naik jeepney ke Cityhall bayar8 php. Sebenarnya mau ke Intramuros, tapi gak ngerti naik jeepney yang mana. Pas liat jeepney yang ada tulisan City hall, saya mutusin naik saja. Turun di City Hall, foto-foto setelah itu jalan kaki sekitar 250m ke SM Mall nyari kaos Kultura. Info hasil browsing tentang Manila, wajib bawa pulang kaos merk ini sebagai souvenir. Murah, gambar n warnanya asik. 1000php dapat 6 kaos.

img_2649

Salah satu sudut di National Museum of Antropology

Dari mall tadi, saya lanjut jalan kaki sekitar 600m ke National Museum. Ada 2 national museum yang berhadapan 1 sama lain, National Museum of Antropology dan National Museum of History. Karena keterbatasan waktu sy cuma ke antropology, free entrance. Ke Rizal Park sisa menyeberang jalan dari sini. Di Rizal park, ada Chinese Garden free entrance tapi gak terlalu menarik jika di banding Chinese Garden di Singapore, bisa nonton dancing fountain di jam-jam tertentu, ada Jose rizal monument, monumen 0 kilometer, ada Execution Site of Jose Rizal. Dekat Rizal Park  juga ada patung Cory dan Benigno Aquino diarah menuju intramuros.

IMG_2689.JPG
Rizal park adalah taman dimana Bapak Bangsa Filipina yaitu Jose Rizal ditembak mati pada 30 Desember 1896 di usia 35 tahun. Sebagai patriot tertinggi bangsa filipina, hari kematiannya lalu dijadikan sebagai hari libur nasional. Kalo pengen liat detail sejarah Jose Rizal, bisa diliat di museum Jose Rizal yang ada Di Fort Santiago.

Sebenarnya bisa lanjut jalan kaki ke Intramuros dari Rizal Park, cuman karena menjelang maghrib, saya mutusin Intramuros diexplore keesokan harinya. Dari Rizal park saya naik grab ke mall of Asia (MOA). Disini di north wing MOA arah ke seaside ada 1 resto halal dengan harga terjangkau, 1 porsi nasi goreng plus 2 sate ayam plus lemon tea sekitar 233php. Bagusnya sih datang menjelang maghrib, jadi bisa menikmati pinggir pantai di belakang MOA pada saat terang dan gelap, ada entertainment park dan ferris wheel disini. Juga bisa ke pulau Corregidor dari sini. Sayang saya sampai di MOA udah gelap. Selesai makan, saya menyusuri pinggir pantai itu. Di anjungan pantai, banyak fasilitas publik yang disediakan termasuk rumput sintetik tempat keluarga duduk nyantai sambil melihat anak-anak berseliweran.

 

To be continued…

Advertisements

3 thoughts on “Solotrip ke Manila (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s