PERTANYAAN SEPUTAR JAMSOSTEK (KINI BPJS KETENAGAKERJAAN)

Apakah iuran jamsostek dipotong dari gaji?

Hanya 2% dari gaji yang menjadi kewajiban tenaga kerja pada program Jaminan Hari Tua (JHT), selebihnya iuran Jamsostek menjadi kewajiban perusahaan yaitu tambahan 3.7% dari gaji  untuk program JHT sehingga total 5.7% dari upah yang menjadi saldo JHT setiap bulannya. Selain itu iuran program JKK, JK, JPK, juga menjadi kewajiban perusahaan.

Contoh perhitungan JHT berdasarkan gaji = Rp 2,000,000/bulan

Kewajiban Tenaga Kerja 2% gaji = Rp 40,000

Kewajiban Pengusaha 3.7% gaji = Rp 74,000

Total Saldo JHT   5.7%gaji              = Rp 114,000

Yang harus diperhatikan adalah apakah perusahaan sudah melaporkan gaji sesuai dengan kondisi yang sebenarnya sehingga tidak merugikan tenaga kerjanya pada saat timbul haknya.
keep readingMisalnya:

Gaji take home pay Rp 7,000,000, yang dilaporkan ke Jamsostek hanya Rp 1,000,000.

JHT berdasarkan gaji 7juta:

Kewajiban Tenaga Kerja 2% gaji = Rp 140,000

Kewajiban Pengusaha 3.7% gaji = Rp 259,000

Total Saldo JHT   5.7% gaji             = Rp 399,000

JHT berdasarkan gaji 1juta

Kewajiban Tenaga Kerja 2% gaji = Rp 20,000

Kewajiban Pengusaha 3.7% gaji = Rp 37,000

Total Saldo JHT   5.7% gaji             = Rp 57,000

Bandingkan selisihnya , lumayan banget kan. Harusnya punya tabungan Rp 399,000/bulan, namun karena perusahaannya nakal tabungannya jadi hanya Rp 57,000/bulan.

Belum lagi kalau terjadi risiko kecelakaan kerja seperti meninggal karena kecelakaan kerja, harusnya ahli waris menerima hak santunan JKK 48 x gaji = 48 x Rp 7,000,000 = Rp 336,000,000, namun karena gaji yang dilaporkan ke Jamsostek hanya Rp 1,000,000 maka yang akan dibayarkan oleh Jamsostek adalah 48 x Rp 1,000,000 = Rp 48,000,000 .

Jika hal ini terjadi, jangan kuatir karena ada peraturan yang melindungi hak tenaga kerja atas perbedaan pelaporan gaji yaitu:

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA
NOMOR: PER – 12/MEN/VI/2007 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN KEPESERTAAN, PEMBAYARAN IURAN, PEMBAYARAN SANTUNAN DAN PELAYANAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA.

Pasal 13.
(1) Dalam hal terjadi perbedaan besarnya santunan yang diterima oleh tenaga kerja/keluarganya disebabkan adanya pelaporan yang tidak benar oleh pengusaha kepada Badan Penyelenggara maka tenaga kerja yang bersangkutan meminta perhitungan kembali kepada pegawai pengawas ketenagakerjaan.

Pasal 21

(7) Dalam hal terjadi kekurangan pembayaran Jaminan Hari Tua yang menjadi hak tenaga kerja yang disebabkan pengusaha menunggak atau kurang membayar iuran maka pengusaha wajib membayar kekurangan Jaminan Hari Tua yang menjadi hak tenaga kerja.

Update:

Aturan diatas sudah tidak berlaku lagi sejak BPJS Ketenagakerjaan beroperasional penuh 1 Juli 2015 dan terbitnya Peraturan Pemerintah No 46 Tahun 2015 tentang Jaminan Hari Tua. Pasal  yang melindungi hak tenaga kerja atas perbedaan pelaporan gaji terdapat dalam PP tersebut.

Advertisements

820 thoughts on “PERTANYAAN SEPUTAR JAMSOSTEK (KINI BPJS KETENAGAKERJAAN)

  1. Malem Bu,,,mhon petunjuknya,sya bekerja sejak tahun 2012 sampai sekarang,tiap bulan saya dpet potongan BPJS TK,tapi sampai skrng perusahaan blm memberi saya kartu/nmor kpj sya,tiap tahun jg sya g pernah dpet laporan saldo dri BpjsTk nya,setelah sya desak pihak perusahaan beralasan ada kesalahan nama ibu kandung saya dan sedang dalam tahap perbaikan,tapi nmor kpj saya blm ada jg,pertanyaan saya
    1,kalau memang dalam tahap perbaikan bukankah berarti saya sudah terdaftar,seharusnya minimal ada dong nmor kpj saya
    2,apabila perusahaan ternyata tidak menyetorkan/baru mendaftar kan kepesertaan saya kpd BpjsTk,apa yg hrus sya lakukan dan harus melaporkan kmna,kan selama ini gaji sya selalu di potong untuk BPJS TK
    3,seharusnya perhitungan yg benar seperti apa dari rata-rata gaji saya 3jt an perbulan
    4,kalau memang perusahaan sudah mendaftarkan kepesertaan saya sejak saya bekerja, knpa saya bisa mencairkan klaim kepesertaan saya di perusahaan yg sebelumnya pada tahun 2016,apakah itu artinya saya belum di daftarkan,
    Terimakasih,,,,

    • halo pak haeruddin,
      1. harusnya hrd perusahaan sudah memiliki data semua pekerja lengkap dengan no kpjnya.
      2. Serikat pekerja yang ada di perusahaan, petugas wasrik yang ada di BPJS Ketenagakerjaan, Disnaker, UPT Pengawasan Ketenagakerjaan, bahkan bisa konsul dengan polisi
      3. Saldo pokok = 5.7% x Rp 3juta x jumlah bulan
      4. Iya harusnya akan ketahuan kalo masih sedang aktif bekerja meski menggunakan nomor kartu peserta lain. tapi bisa juga tidak karena ketidakcocokan data misalnya dulu menggunakan ktp non elektronik sekarang daftarnya pake ktp el.
      Kalo ada waktu sih baiknya ngecek di kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat untuk info pastinya.

  2. Selamat siang
    Maaf mau tanya kan saldo BPJS saya sekitar 2 jutaan, terus saya habis kontrak, dan saya kerja lagi di perusahaan baru, dan BPJS nya nyambung lagi, setelah saya cek kok saldonya cuma 580 ribu, lalu saldo yang perusahaan pertama kemana itu??

  3. Malam, saya bekerja diperusahaan yang baru dengan melanjutkan BPJS dari perusahaan yang lama. Kemudian karena suatu hal saya berhenti dari perusahaan baru tersebut sebelum kontrak habis. Pertanyaan saya apakah saldo BPJS saya bisa tetap dicairkan tanpa ada surat ket dari perusahaan yang baru? Tetapi hanya ada surat ket dari perusahaan yang lama

  4. halo bu, saya sebelumya bekerja di perusahaan A selama 3 tahun saldo sekitar 4jutaan dan saya berhenti dan sekarang bekerja di perusahaan B, saldo yang tertampil di online adalah saldo perusahaan B, dan saya sudah mengajukan amalgamasi dan menyerahkan plakering asli (yang satu2 nya dari perusahaan A). pertanyaan saya bu, apabila saya berhenti di perusahaan B dan mengklaim JHT (sebelumnya sudah digabungkan saldonya), apakah saya butuh plakering asli dari perusahaan A lagi? atau hanya menggunakan plakering perusahaan B? terimakasih bu

    • halo pak antoni lee,
      Klaim JHT bagi yang sudah tergabung saldonya hanya melampirkan paklaring terakhir saja. Cuman sebagai saran, next time paklaring asli jangan diberikan sebagai lampiran cukup copynya saja.

  5. yth. Pak Suryanto

    saya sudah resign di perusahaan yang lama, akan tetapi ketika saya mau mencairkan dana jamsostek, ternyata perusahaan belum membayar iuran jamsostek kami selama satu tahun , sedangkan gaji kami di potong setiap bulannya.

    apa langkah -langkah yang saya harus lakukan.

    terima kasih
    HR

    • halo pak HR,
      1. Lakukan konfirmasi dengan perusahaan sebab menunggak iuran, buat komitmen yang disepakati kedua belah pihak seperti deadline pembayaran iuran atau kompromi lainnya.
      2. Jika tidak ada kata sepakat, dapat dimediasi oleh Disnaker/Wasnaker atau dilaporkan ke polisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s