Mengurus Visa Rusia

IMG_4533Tahun lalu saya berkesempatan ke kota Moscow dan St Petersburg dengan modal tiket pesawat Oman Air 6,8juta/orang dengan memanfaatkan libur lebaran. Padahal di awal tahun sudah melakukan Euro trip bersama keluarga, udah jor joran dengan biayanya. Susah berhemat kalo jalan keluarga sih. Begitu ada tiket promo ke Moscow yang sayang banget untuk dilewatkan, diembat juga. Momennya pas libur lebaran dan libur sekolah. Anak-anak gak perlu ijin ke sekolah. Dan anggap saja tiap trip punya rejekinya masing-masing. Kalo Eurotrip memanfaatkan uang cuti untuk biaya perjalanannya, trip ke Rusia ini memanfaatkan THR. Tarik sis….. semongko.

Untuk pengurusan visa rencananya saya mau minta tolong Ina, teman di Jakarta yang ngurusin ke kedutaan Rusia, berkasnya udah saya siapkan dan kirim ke Ina. Ternyata ada dinas ke Belitung, saya tiba-tiba harus menggantikan teman yang semestinya berangkat ke sana tapi batal karena kurang sehat.  Rejeki anak soleh. Kesampaian juga ke Belitung dan waktu transit di Jakarta bisa saya manfaatkan untuk mengantar berkas sendiri ke Kedutaan Rusia.

Karena udah terbiasa ngurus visa sendiri, jadinya pengurusan visa Rusia terasa biasa saja. Kata orang sedikit rumit bin njelimet. Yang menjadi penyebabnya adalah harus ada visa support (invitation) dari provider tertentu. Ada 2 yang direkomendasikan yaitu Avex Tour dan Bronevik. Padahal simple kok. Saya memilih visa support dari Avex dengan pertimbangan biaya lebih murah dibanding Bronevik. Sebelum apply visa support, kita sudah harus punya bookingan hotel yang dituju. Booking hotelnya boleh dimana aja, tidak harus booking di Avex. Tapi nama hotel itu harus ada di list hotel yang ada di Avex. Dalam hitungan jam, visa support selesai diajukan.

a

Visa Support (Invitation Letter)

Kemudian mengisi Visa Application Form secara online di website yang sudah ditentukan oleh Ministry of Foreign Affairs of The Russian Federation di alamat http://visa.kdmid.ru

Nomor voucher (no visa support) juga harus dituliskan dalam aplikasi visa tersebut. Jadi ngurus visa support dulu baru isi form ya.

Lampiran yang harus disiapkan:

  • Paspor dengan masa expire >6bulan
  • Form Pengajuan Visa
  • Pas foto 2 lembar
  • Visa Support
  • Bookingan Tiket Pesawat
  • Bookingan Hotel
  • Bookingan Kereta (jika ada)

Sengaja saya pilih penerbangan pagi-pagi banget dari Makassar ke Jakarta biar cukup waktu ke kedutaan Rusia. Dari bandara, mampir dulu ke kantor pusat ngambil berkas sama Ina yang sudah menunggu di lobby. Kantor pusat sama kedutaan searah. Jadi tetap lanjut dengan taxi yang sama. Jam 09.00 sudah ada di Kedutaan Rusia, ngambil nomor antrian dan menunggu. Jam kerja kerjanya mulai jam 09.00-13.00. Tapi jam 10.30 antrian sudah tutup. Berkas diperiksa, bayar 70USD per pengajuan visa. Lama pengurusan visa sekitar 5 hari, paspor sudah bisa diambil. Sisa nunggu slip pembayaran. Nunggu slipnya yang butuh waktu cukup lama. Udah gelisah soalnya penerbangan lanjutan ke Belitung sekitar 13.00. Tanya ke security, bisakah dititipin slip sekalian di kirim. Minta biaya yang gak sedikit dan saya ogah. Jadilah saya menghubungi Ina kembali, untuk datang gantian menunggu slip itu. Thanks Ina. Kemudian saya ke bandara.

Beruntung cepat mengurus visa karena info dari grup backpackerdunia bulan depannya aturan pengurusan visa di kedubes berubah. Diberlakukan quota 20orang/hari. Ada yang bercerita datang jam 07.30 sudah gak kebagian nomor antrian, besoknya datang lagi jam 06.30 baru dapat nomor antrian. Sudah gitu berdiri di pinggir jalan depan pintu pagar Kedubes Rusia. Lucky me.

Dapat lagi kesempatan dinas ke Jakarta gak lama setelah itu, jadi sekalian ngambil visa.

Kabar baiknya nih, pemegang paspor Indonesia bakal bisa masuk dengan mudah dan gratis ke Rusia per 1 Januari 2021. Indonesia masuk ke dalam 53 negara yang dimudahkan Pemerintah Rusia untuk berkunjung ke Negeri Beruang Merah. Berharap bisa mengunjungi Rusia lagi, pengen ke murmanks liat Aurora Borealis disana. Kalo visa gratis kan bisa digabung dengan trip negara Skandinavian. Finlandia merupakan negara terdekat dengan Rusia. Atau saya tertarik juga suatu hari nanti bisa mencoba jalur kereta api Trans Siberia start dari Beijing.

Tapi nanti ya, setelah dunia aman dari pandemi Covid. Semoga diberikan kesehatan dan rejeki yang melimpah. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s